Kimi Juara atau Runner-up 3 Kali?
Selasa, 13 Mar 2007 05:20 WIB
Jakarta - Namanya sempat disebut-sebut sebagai kandidat penguasa F1. Tapi hingga kini prestasi terbaik Kimi Raikkonen cuma runner-up juara dunia. Akankah peruntungannya berubah bersama Ferrari?Bergabungnya Kimi dengan McLaren Mercedes tahun 2002 lalu dianggap sebagai pembuka jalan pembalap Finlandia itu menuju gelar juara. Hasil kurang memuaskan yang diraihnya di musim pertama -- duduk di posisi enam klasemen akhir -- dianggap tidak terlalu mengecewakan karena alasan adaptasi.Namun seri demi seri dilewati dan musim berganti, gelar juara yang dinanti tak juga datang. Prediksi si "Manusia Es" bakal mengakhiri dominasi Michael Schumacher tak terbukti, prestasi terbaiknya hanya jadi runner-up yang didapat tahun 2003 dan 2005.Musim 2007 ini Kimi akan memulai dari awal lagi usahanya meraih gelar juara dunia pembalap setelah bergabung dengan Ferrari. Sebesar apa peluangnya mengakhiri penantian meraih gelar juara dunia?Selama empat tahun menunggangi mobil seri MP-4, Kimi bisa dibilang terkendala masalah reliabilitas. Nah, di Ferrari Kimi bergabung dengan tim yang memiliki mobil dengan ketahanan yang lebih baik dan itu tentu menjadi satu nilai plus menuju kejayaan di akhir musim nanti.Seperti banyak disebut media, di Ferrari Kimi punya kesempatan besar menunjukkan talenta besarnya yang sayangnya tak termaksimalkan saat berada di McLaren.Tapi tentu saja itu tak lantas membuat jalan pembalap kelahiran 17 Oktober 1979 itu bakal mulus. Meski pindah dari tim juara Renault ke McLaren, Fernando Alonso tetap jadi pesaing terberatnya. Apalagi di sesi ujicoba pramusim, MP4-22 terhitung sangat kompetitif.Tantangan Kimi bukan hanya dari luar, di dalam ia juga punya banyak hal yang perlu dibenahi. Yang pertama tentu saja terkait kehidupan pribadinya yang terkenal suka pesta dan nongkrong di klub malam.Kimi boleh saja yakin kalau kebiasaannya itu tak akan mempengaruhi performanya di atas lintasan. Tapi Jean Todt pasti gerah membaca berita pembalapnya di tabloid-tabloid gosip, aplagi tim "Kuda Jingkrak" punya harapan besar padanya untuk meneruskan cerita sukses yang sudah dituliskan Schumi.Gaya membalap Kimi juga disebut-sebut menjadi salah satu hal yang akan menghambatnya meraih gelar juara dunia. Julukan The Iceman memang hanya disematkan pada wajahnya yang dingin, tapi di dalam kokpit Kimi menjadi mudah "panas".Dengar saja apa komentar Mario Illien -- eks insinyur McLaren yang kini berkiprah di MotoGP bersama Ilmor. "Ferrari harus membuat sebuah tank buat Kimi jika ingin memenangi gelar juara," cetusnya beberapa waktu lalu.Dengan seri pembuka GP Australia yang akan digelar akhir pekan ini, jalan Kimi menuju gelar juara dunianya yang pertama memang masih panjang dan sangat mungkin berliku. Tapi pintu untuk meneruskan kejayaan Ferrari yang direbut Renault dua musim terakhir juga terbuka lebar menunggu dimasuki.Akankah Kimi akhirnya mampu merengkuh gelar juara dunia tahun 2007 ini? Atau harus mengulang nasib menjadi runner-up untuk kali ketiga? Kimi punya 17 seri untuk memilih jawaban dua pertanyaan tersebut. (din/a2s)











































