Brawn Bicara Peluang Ferrari
Rabu, 14 Mar 2007 07:14 WIB
Jakarta - Ferrari menjalani sebuah era baru musim ini setelah ditinggal Michael Schumacher dan Ross Brawn. Lalu bagaimana peluang Kuda Jingkrak menjadi juara musim ini di mata sang mantan direktur tekhnik itu?Satu yang tertangkap jelas adalah optimisme tinggi. Meski tak lagi berkutat di Maranello, Brawn masih punya keyakinan besar kalau Kimi Raikkonen dan Felippe Massa akan mampu membawa "si merah" bersaing dengan tim papan atas lainnya."Kami sudah menjalani masa-masa indah dan buruk di sana. Anda tak bisa selalu ada di depan. Tapi orang-orang yang mendesain mobil masih ada di sana, jadi tak ada alasan mereka tak bisa melanjutkannya," sahut Brawn seperti diberitakan BBC, Rabu (14/3/2007).Pensiunnya Schumi juga diyakini pria 52 tahun itu tak akan memberi pengaruh buruk pada kondisi internal Ferarri. Soalnya sebagai sebuah tim Ferrari disebutnya memiliki fokus untuk tetap melangkah ke depan, siapapun yang duduk di kokpit mereka."Semuanya tergantung pada kinerja masing-masing individu. Saat saya di sana, kami berhasil menerapkan dan mempertahankan kebijakan serta filosofi tersebut. Dan semua orang di tim itu akan tetap menjadi sebuah tim," sambung Brawn.Disinggung mengenai banyaknya pihak yang meragukan kemampuan Kimi Raikkonen di Ferrari, Brawn juga sangat optimis. Meski mengaku tak mengenal dengan dekat Kimi, tapi ia yakin pemuda Finlandia akan membayar kepercayaan yang diberikan Ferrari padanya."Saya tak tahu Kimi. Saya tak pernah bekerja bersamanya dan sulit mengetahui sepertti apa seseorang itu jika Anda tak pernah bekerja dengannya. Ia mungkin tak seterbuka Schumi saat bergabung dengan Ferrari, tapi saat itu Michael adalah juara dunia dua kali."Satu tips pun diberikan Brawn pada Ferrari untuk bisa menjinakkan "Si Manusia Es". "Mereka (Kimi dan Schumi) orang yang berbeda. Kimi lebih pendiam. Dan yang harus lakukan dengan orang seperti ini adalah menjadi pendengar yang baik karena mereka sering punya komentar yang keras, Anda hanya harus memberinya kesempatan," saran pria berpaspor Inggris itu. (din/ian)











































