Coulthard Pertanyakan Arti Keadilan untuk Hamilton
Senin, 04 Jun 2007 13:57 WIB
Montreal - McLaren Mercedes sempat dikritik media khususnya Inggris, karena memberlakukan team order yang merugikan Lewis Hamilton. Benarkah Hamilton diperlakukan tidak adil? David Coulthard mempertanyakannya.Coulthard bukanlah orang asing untuk McLaren. Pembalap Skotlandia itu pernah menjadi pilot mobil MP4 mulai dari seri 11 yang dipakai tahun 1996 hingga seri 19B yang dipakai musim 2004. Orang yang memimpin McLaren pun masih sama yakni Ron Dennis.Reaksi keras media Inggris cukup bisa dimaklumi karena Hamilton merupakan pembalap asal negeri Ratu Elisabeth itu. Penampilan konsisten di musim pertamanya di F1, benar-benar menarik kagum dan simpati banyak orang. Tentu saja banyak yang kecewa di GP Monaco lalu McLaren menginstruksikan pembalapnya untuk mempertahankan posisi 1-2, dengan Fernando Alonso di urutan terdepan.Insiden ini sempat diselidiki FIA. Tetapi setelah McLaren dinyatakan tidak melakukan kesalahan apa pun, Coulthard semakin berani menunjukkan dukungannya."Media Inggris merasa Lewis telah diperlakukan tidak adil. Tetapi saya ingin mengingatkan, jangan terlalu keras kepada mereka karena McLaren telah memberikan kesempatan kepada Lewis. Mereka telah memberikan calon juara yang potensial asal Inggris. Karena itu jangan jadikan McLaren sebagai tim besar yang menyakiti pembalap Inggris yang baik," ujar Coulthard seperti dilansir ITV, Senin (4/6/2007)."Media jangan sampai merusak hubungannya dengan tim. Karena jika ia ditempatkan di tim Spyker, dia tidak akan jadi apa-apa. Apakah kejadian di Monaco adil bagi Hamilton? Jawaban saya ialah 'Apa arti adil?' Dia telah diberikan kesempatan membalap di salah satu tim yang paling sukses di F1, yang selama ini tidak pernah memakai mereka yang belum punya pengalaman," lanjut Coulthard.Coulthard yang kini membela tim Red Bull juga bersaksi bahwa dirinya pernah merasakan apa yang dialami Hamilton. Di GP Eropa tahun 1997 dan GP Australia 1998, dirinya disuruh mengalah demi rekan setimnya Mika Hakkinen."Anda bisa berpura-pura itu tidak ada, tetapi kenyataannya itu adalah bagian cara untuk menjalankan tim," tandasnya. (lom/ian)











































