Ramalan Hakkinen Soal Kimi Terbukti

Ramalan Hakkinen Soal Kimi Terbukti

- Sport
Senin, 04 Jun 2007 17:48 WIB
Ramalan Hakkinen Soal Kimi Terbukti
Helsinki - Sampai lima seri yang telah berlangsung, Kimi Raikkonen masih berkutat di posisi keempat klasemen pembalap. Namun ketidaksuksesesan Raikkonen di Ferrari rupanya sudah diramalkan Mika Hakkinen. Kepada surat kabar Finlandia, Iltalehti, Hakkinen mengungkapkan bahwa sudah menduga Kimi bakal kesulitan beradaptasi dengan Ferrari. Bahkan saat kompatriotnya itu mengatakan dia bakal bergabung dengan "Tim Kuda Jingkrak", Hakkinen pernah menyarankan Kimi supaya mempertimbangkannya lagi. Kata Hakkinen: "Saya memperingatkannya karena berganti tim bisa berakibat buruk buatnya. Sayang sekali buat Kimi, ramalan saya terbukti," ungkap juara dunia dua kali itu seperti dilansir F1-Live.Peringatan diberikan Hakkinen karena dia tahu kemampuan McLaren Mercedes --tim yang ditinggalkan oleh Kimi -- karena pernah membela tim tersebut pada periode 1993-2001. Dia pun pernah mengalami masa-masa sulit di awal membela McLaren. Kalau saja pembalap 26 tahun itu mau bertahan lebih lama, sekarang Kimi mungkin sudah sukses. "Memenangkan juara dunia itu seperti membuat jaring laba-laba, yang membutuhkan banyak benang dan waktu. Memang benar McLaren pada masa lampau mempunyai berbagai masalah, tetapi mereka adalah tim yang punya kapasitas untuk memulihkan diri," papar Hakkinen. Pria 38 tahun yang kini berlaga di kompetisi DTM itu pun menduga Kimi tak memikirkan masak-masak akan keputusannya ketika itu. Namun karena sudah terlanjur, Kimi harus menerima risiko pilihannya. Saat ini dia masih berkutat di posisi keempat klasemen, berselisih 10 poin dari rekan setimnya, Felipe Massa, di peringkat ketiga. Padahal McLaren mampu menempatkan dua pembalapnya, Fernando Alonso dan Lewis Hamilton, di dua teratas klasemen pembalap. "Mungkin Kimi tidak memikirkan masak-masa sewaktu pindah ke Ferrari karena sepertinya tahun itu adalah tahun yang sulit buatnya," ujar Hakkinen. "Sementara mobil McLaren telah berkembang pesat pada seri-seri belakangan dan memenangkan seri sangat tergantung oleh faktor-faktor minor. Di kompetisi ini (Formula 1) ada banyak pembalap hebat, jadi Kimi tak bisa hanya mengandalkan bakatnya," tandasnya. (mel/lom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads