'Demam Hamilton' Landa Silverstone
Selasa, 12 Jun 2007 15:16 WIB
Northampton - Kesuksesan Lewis Hamilton menjadi juara GP Kanada membuat "Demam Hamilton" kian mewabah. Alhasil, dampak positif pun dituai sirkuit Silverstone tempat perhelatan GP Inggris Raya.Dahaga publik Inggris Raya melihat pembalapnya menjadi raja di "rumah" sendiri tampaknya benar-benar sudah menggelegak. Bukan apa-apa, tujuh tahun sudah berlalu sejak kali terakhir Silverstone ditaklukkan pembalap dari wilayahnya sendiri.Melihat penampilan Hamilton yang kian meyakinkan di tiap balapan, tak pelak ekspektasi pun kian memuncak. Apalagi usai pembalap McLaren-Mercedes itu mampu jadi juara di GP Kanada akhir pekan lalu.Maka keinginan menyaksikan langsung laju Hamilton plus harapan melihatnya naik podium di Silverstone pada 8 Juli mendatang pun membuat tiket GP Inggris Raya diburu penonton, sampai-sampai nyaris ludes. "Benar-benar menggila setelah Lewis menang di Kanada. Pada hari Minggu dan Senin kami sudah menerima telepon (pemesanan) tiga kali lebih banyak dari pekan lalu."Peningkatan luar biasa yang kami alami ini, baik penjualan lewat telepon ataupun situs, merupakan hasil dari kemenangan Lewis di GP Kanada. Saat ini yang tersisa hanyalah kursi-kursi grandstand, sedangkan yang lain sudah ludes," ujar Direktur Pengelola sirkuit Silverstone, Richard Phillips seperti dilansir The Sun."Mansell mania adalah permintaan terbesar yang pernah kami alami, saat Nigel sedang berada di puncaknya, antara 1980 sampai 1992. Namun semua sinyal yang ada menandakan kalau Lewis menuju ke arah yang sama," lanjut Phillips mengacu kepada figur mantan juara dunia tahun 1992 dari Inggris, Nigel Mansell.Bahkan sangat mungkin Hamilton bisa melampaui pendahulunya itu. Kalau Mansell butuh 72 start dan lebih dari lima tahun untuk meraih gelar podium pertamanya --di GP Eropa tahun 1985-- Hamilton hanya butuh enam balapan untuk jadi juara. Melihat usianya yang masih 22 tahun, Hamilton juga berpeluang menjadi lebih cemerlang dari Mansell yang baru jadi juara dunia setelah 12 tahun berkecimpung di F1. Maka patut ditunggu apakah nantinya "Demam Hamilton" bakal lebih mewabah daripada "Mansell Mania". (krs/mel)











































