Hamilton memang baru merambah F1. Meski menyandang status sebagai rookie tapi performanya mampu memukau. Ia gagal merebut gelar dunia di akhir musim setelah hanya kalah satu poin dengan pembalap tim Ferrari, Kimi Raikkonen, di seri terakhir di Brasil.
Tidak heran jika pada acara seremoni penghargaan motorsport di Inggris, Hamilton merebut tiga tropi. Namun yang paling mengejutkan bagi pembalap berusia 22 tahun itu dirinya disamakan dengan sosok Senna.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Viviane memang sedang berada di London untuk memberikan dua dari tiga tropi yang didapatkan oleh Hamilton. Tentu saja sanjungan tersebut membuat pembalap McLaren tersebut tidak bisa berkata-kata karena Senna memang merupakan idolanya.
"Saya merasa sedikit sulit bicara. Ayrton adalah bagian besar dalam kehidupan saya. Saya selalu menyaksikannya videonya dan saya tidak pernah membayangkan bisa bertemu dengan seorang yang sangat dekat dengannya," kata Hamilton.
Senna adalah mantan pembalap McLaren yang tewas setelah mengalami kecelakaan di GP San Marino pada 1994. Meski Hamilton baru satu tahun kemudian lahir setelah Senna tewas namun ia mengaku sedih atas apa yang terjadi pada idolanya tersebut.
Pada acara tersebut Viviane Senna memberikan penghargaan International Racing Driver of the Year dan British Competition Driver kepada Hamilton. Ia juga mendapat penghargaan Rookie of the Year yang diberikan oleh mantan juara dunia Damon Hill. (key/krs)











































