Adalah penggunaan sistem poin dalam penentuan juara dunia yang ingin diubah Bernie. Menurutnya dengan sistem yang ada saat ini pembalap tidak punya hasrat besar untuk memenangi balapan, mengingat cuma dua poin yang membedakan sang juara dengan runner up.
Pria Inggris berusia 77 tahun itu merasa pemenang setiap seri berhak mengambil seluruh haknya. Dengan kata lain, Bernie menginginkan gelar juara dunia ditentukan oleh jumlah seri yang berhasil dimenangi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejak musim 1990 pembalap yang kemudian menjadi juara dunia adalah mereka yang berhasil mengumpulkan kemenangan terbanyak, meski kasusnya tak selalu seperti itu. Tahun 1989 Ayrton Senna yang memenangi enam seri harus menyerahkan mahkota juara dunia pada Alain Prost yang cuma menang empat kali.
"Kunci dari menggelar balapan adalah 'membalap' dan sekarang tak banyak terjadi saling susul karena pembalap tak ingin mengambil risiko demi bisa berada di posisi dua karena hanya terpaut dua angka dari pemenang balapan," pungkas Ecclestone.
Kapan direalisasikan, Bernie?
Foto: Kimi Raikkonen saat memastikan menjadi juara dunia F1 di Sao Paolo musim lalu. (din/arp)











































