Ketahanan mobil kini jadi isu utama Ferrari setelah hasil mengecewakan di GP Australia. Membenahi reliabilitas F2008 kini jadi pekerjaan besar buat tim yang berbasis di Maranello itu. Percuma memiliki kendaraan kencang jika nyatanya tak bisa diandalkan.
Hanya meraih satu poin --berkat kontribusi Kimi Raikkonen yang terangkat usai Rubens Barichello didiskualifikasi-- di seri pertama, buat seorang favorit sekaligus juara bertahan jelas bukan raihan bagus. Apalagi mereka kini dikelilingi lawan-lawan tangguh.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun demikian, bukan hanya "The Silver Arrows" yang harus diwaspadai Ferrari. Dua tim kuda hitam, Williams dan BMW, terbukti memiliki pembalap dan mobil yang tak bisa dipandang sebelah mata.
BMW akan kembali mengandalkan Nick Heidfeld, sang runner-up GP Australia, untuk bahu-membahu dengan Robert Kubica. Sementara itu, duo Williams malah sama-sama sudah bisa mendulang poin: Nico Rosberg mengakhiri balapan di tempat ketiga akhir pekan lalu, sedangkan Kazuki Nakajima ada di posisi enam.
Jangan pula lupakan ancaman dari Fernando Alonso bersama Renaultnya. Terlebih lagi sang juara dunia dua kali tersebut punya catatan bagus di Sepang. Terkecuali musim 2004, dia selalu bisa masuk tiga besar.
Pada musim 2003, Alonso finis di posisi tiga, yang diteruskan dengan podium pertama dua musim setelahnya. Pembalap Spanyol itu lantas finis di urutan dua pada musim 2006, dan kembali menaiki podium pertama saat membela McLaren musim lalu.
Dengan ancaman dari berbagi penjuru, tak ayal Ferrari harus segera menginjak dalam-dalam gasnya agar bisa kembali melaju kencang jika tak ingin semakin tertinggal. Meletakkan Australia di belakang, GP Malaysia pun akan jadi awalnya.
"Kami harus memulai kejuaraan baru dari Malaysia. Kejuaraan ini panjang, kami tahu poin sangatlah penting namun kami juga tahu banyak yang bisa terjadi dalam setiap balapan," optimistis rekan Raikkonen di Ferrari, Felipe Massa, seperti dilansir Autosport, Rabu (19/3/2008).
(krs/ian)











































