Usai dituding suratkabar menjadi salah satu pelakon dalam sebuah tayangan video yang memperlihatkan adegan-adegan seks, Mosley mendapat kritikan dari dunia F1. Puncaknya, sekitar 222 anggota senat FIA pun akan mengambil keputusan soal kelanjutan nasib Mosley sebagai Presiden FIA, 3 Juni mendatang.
Meski begitu, apapun keputusan yang dihasilkan dalam pertemuan tersebut, Mosley juga menegaskan kalau dia memang sudah berencana turun dari jabatan ketika periodenya tuntas pada Oktober 2009 mendatang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tapi saya juga akan bilang kepada mereka kalau selalu jadi tujuan saya, karena memang begitu adanya, bahwa saya tak akan melebihi 2009," urai pria 68 tahun tersebut.
Mosley memang berupaya tegar di posisinya, setidaknya sampai 2009. Itu, klaim dia, dikarenakan rasa tanggungjawab kepada para pemilih dan pendukungnya. Apalagi walau ada kalangan yang memintanya segera turun, dia mengaku juga banyak menuai dukungan.
"Untuk setiap surat dari Presiden Klub yang mengatakan, 'Saya pikir Anda harus turun'...Saya mendapat sekitar tujuh buah (surat) yang mengatakan, 'Anda mutlak harus bertahan, jangan bergerak se-inci pun."
"Akan jadi tak mungkin untuk menghadapi semua orang (pendukung) ini, yang adalah mayoritas besar, dan bilang 'Tidak, saya akan mundur', walau saya memiliki kecenderungan untuk itu. Tapi saya cenderung bertahan dan bertarung," lugas Mosley.
Dia turut mengakui kalau sang istri "sama sekali tak senang" dan para putranya "malu" atas insiden video seks yang melibatkan dirinya. Namun Mosley juga menggarisbawahi kalau apapun yang terjadi itu merupakan kehidupan pribadinya.
"Sejauh yang terkait di olahraga, menarik melihat tak ada tim-tim besar yang mengatakan suatu apapun, (padahal) mereka itu orang-orang pembentuk opini di F1," demikian Mosley.
(krs/key)











































