Sutil memang bukan pembalap papan atas. 'Hanya' mengendarai mobil Force India, ia baru dua kali finis: di Bahrain dan Turki, itu pun hanya di peringkat 19 dan 16. Sisanya, ia tak mampu melihat chequered flag alias tak finis.
Tapi hal berbeda ditunjukkan pembalap Jerman itu di Monaco, Minggu (25/5/2008). Start dari posisi 18, Sutil pelan-pelan maju menerjang dan tiba-tiba sudah berada di peringkat empat yang berarti lima poin sudah di depan mata.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penghiburan datang dari seorang sahabat, Hamilton. "Adrian seorang teman baik saya. Dia terkenal keras kepala. Saya yakin ia akan bangkit dari kejadian itu," ujar Hamilton kepada ITV.
Hamilton memang dekat dengan Sutil. Pada tahun 2005, mereka pernah menjadi rekan setim di ajang Formula 3. Saat itu, dua pria asal Inggris dan Jerman tersebut bergabung di ASM Formule 3.
Penampilan Sutil yang sangat baik di Monte Carlo diyakini Hamilton akan jadi titik perubahan peruntungan Sutil tahun ini.
"Dia perlu menunjukkan kehebatannya seperti itu. Saya sangat mendukungnya dan berharap dia melanjutkan momentum yang ia miliki dan mencoba berkembang," pungkas Hamilton.
(arp/ian)











































