Kubica Fantastis

Kubica Fantastis

- Sport
Senin, 09 Jun 2008 04:06 WIB
Kubica Fantastis
Montreal - Robert Kubica mencatat sejarahnya sendiri saat menjuarai GP Kanada. Jika ia berterima kasih kepada timnya, maka hal tersebut tidaklah berlebihan karena Kubica memang "dibuat" oleh BMW Sauber.

Pembalap Polandia ini sesungguhnya hasil program pengembangan Renault. Tapi BMW-lah yang membawanya ke Formula 1. Di tahun 2006 ia dijadikan pembalap ketiga, menjadi cadangan Jacques Villeneuve dan Nick Heidfeld.

Di pertengahan musim ini, ketika Villeneuve tidak fit untuk mengikuti GP Jerman di Hockenheim, Kubica pun diturunkan. Ia langsung meraih poin karena finish di urutan ketujuh, tapi kemudian dianulir karena mobilnya terdiskualifikasi soal bobot.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Setelah balapan berikutnya yang mengecewakan di Turki -- finish di urutan 12 setelah kesalahan pemilihan ban, Kubica menorehkan sebuah rekor di GP Italia. Ia naik podium ketiga dan menjadi orang Polandia pertama yang pernah naik mimbar juara Grand Prix.

Ia juga salah satu dari empat pembalap dalam satu dekade terakhir yang mampu menjajaki podium dalam balapan ketiganya di Formula 1 setelah Ralf Schumacher (1997), Alex Wurz (1997) dan Lewis Hamilton (2007).

Rekor itu telah lebih dimenterengkan oleh Kubica di Montreal dinihari tadi. Ia meraih kemenangan pertamanya di sirkuit Gilles Villeneuve, tempat di mana tahun lalu iaΒ  mengalami kecelakaan fatal yang memberinya cedera cukup serius.

"Ini adalah kemenangan fantastis bagi saya, tim, negara dan juga buat para fans saya," kata Kubica sepertti dilansir Autosport.

"Ini kemenangan yang luar biasa untuk BMW Sauber. Kami tumbuh bersama dan terima kasih kepada tim yang telah membuat mobil yang bagus sehingga kami (ia dan Heidfeld -- red) bisa finish satu dan dua. Mungkin kecepatan kami belum yang terbaik. Saya pun belum dapat menyamai Lewis," ungkapnya.

Kemenangan tersebut telah menempatkan Kubica mengambil alih pimpinan klasemen pembalap dengan 42 poin. Kini Kubica berharap bisa mendapatkan dukungan penuh dari timnya untuk mencoba bertahan di puncak klasemen selama mungkin.

"Menang di Kanada adalah target kami di musim ini. Kami telah melakukannya dan saya sekarang memimpin klasemen. Saya berharap menjadi juara dunia. Jadi, saya berharap pula tim memberikan dukungan 100 persen untuk mempertahankan performa ini hingga balapan terakhir," harapnya.

(key/a2s)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads