Mosley mengajukan gugatan kepada NotW di Pengadilan Tinggi London. Mosley menuduh NotW telah melanggar privasinya dan menyebut tabloid Inggris itu melakukannya semata demi 'kesenangan para pembacanya'.
"Semua manusia biasa menginginkan privasi kehidupan seksual mereka dihormati dan pasti akan marah bila dilanggar," ujar pengacara Mosley, James Price, seperti dilansir YahooSports.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
NotW mengklaim bahwa Mosley melakukan drama berbau Nazi dalam kegiatan seksnya itu. Mosley dan perempuan-perempuan itu berdandan dan berbicara ala Jerman seperti tengah memerankan narapidana dan penjaganya.
Mosley memang mengakui bahwa dirinya memainkan skenario penjara Jerman, tapi tanpa aspek militer di dalamnya.
Yang membuat menarik dari klaim Nazi ini adalah bahwa ayah Mosley, Sir Oswald Mosley, adalah pemimpin golongan fasis Inggris dan seorang teman dari pemimpin Nazi Jerman, Adolf Hitler.
"Tak ada petunjuk apapun tentang itu," tegas Mosley tentang tuduhan Nazi itu. "Saya bahkan bisa berpikir lebih banyak hal yang lebih erotis ketimbang berperan seperti Nazi."
Akibat kasus itu, Mosley sempat diserang dengan mosi tidak percaya dan terancam kehilangan kursi Presiden FIA. Namun lewat sebuah Sidang Umum, Mosley memenangi kembali kepercayaan untuknya.
Dalam pembelaannya, NotW menyebut bahwa para pembacanya punya hak untuk mengetahui hal-hal tentang Mosley karena pria Inggris berumur 68 tahun itu adalah seorang figur publik.
(arp/ian)











































