Sudah tiga bulan sejak terakhir kali Kimi berdiri di podium teratas. Setelah kemenangan di Spanyol akhir April itu, Kimi cuma dua kali naik podium. Dalam enam balapan setelah GP Spanyol itu dia dua kali tak finis dan juga cuma dua kali naik podium sebagai runner up dan penghuni posisi tiga.
Kondisi yang bisa dibilang bertolak belakang dengan raihan Lewis Hamilton, dan juga Felipe Massa. Dalam kurun yang sama, pembalap McLaren Mercedes itu tiga kali menjadi juara termasuk sekali runner up serta gagal finis di dua seri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di samping itu Kimi juga terkendala oleh timnya sendiri dan masalah non tekhnis seperti kesalahan strategi ban di Silverstone. Itu belum termsuk dan nasib buruk karena ditabrak Hamilton di pitlane GP Kanada serta menyundul Adrian Sutil di Monaco.
Masalah lain yang dianggap menjadi kendala terbesar pembalap Finlandia itu terkait julukannya sebagai "Manusia Es".Kimi dianggap terlalu "santai" menanggapi hasil buruk yang dia raih padahal pada saat bersamaan McLaren terus mendapat progres.
Apalagi dia kemudian mengalami kondisi yang tidak menguntungkan terkait aksi dorong yang dia lakukan terhadap seorang fotografer. Terakhir dia diberitakan tidak mengacuhkan permintaan seorang anak perempuan yang meminta tandatangannya, Kimi malah menabrak anak itu hingga terjatuh dan bahkan tak berusaha membantunya berdiri.
Lalu sudah habiskah Kimi? Jelas belum karena balapan juga masih menyisakan delapan seri lagi. Ingat, musim lalu Kimi juga sempat tak meraih podium tertinggi dalam enam balapan namun kemudian mampu menjadi juara dunia.
"Kami telah mencoba banyak hal dan akhirnya telah ada saling pemahaman. Jadi mobilnya kini sudah jauh lebih baik, tapi kami tak tahu apakah kondisinya akan bertahan di balapan nanti. Masih banyak tanda tanya, tapi kini kami lebih gembira dan lebih positif," ungkap Kimi pasca ujicoba di Jerez midweek lalu.
Kimi mungkin tak pernah terlalu bersemangat usai memenangi balapan atau sangat terpukul ketika gagal. Tapi pemuda Finlandia itu pastinya tak akan diam saja menyaksikan Massa bertarung sendiri dengan Hamilton, apalagi dia memang menyimpan bakat besar yang berpotensi meraih gelar juara dunia kedua.
"Dibanding kami, McLaren sangat dominan di Hongaria tahun lalu. Tapi ini seperti di Sirkuit Monaco, kami juga cukup bagus di sana. Jadi semoga saja kami bisa menantang mereka dan berusaha untuk menang," lanjut Kimi seperti diberitakan Crash. (din/roz)











































