Bodo/Glimt angkat koper dari Liga Champions, kena comeback Sporting di babak 16 besar. Tim Lingkar Arktik itu tuntaskan dongengnya, setidaknya tetap dapat cuan.
Bodo/Glimt sejatinya punya modal oke jelang tandang di leg kedua babak 16 besar Liga Champions kontra Sporting, Rabu (18/3). Mereka unggul agregat 3-0.
Sporting menggila di kandang sendiri. Mereka samakan agregat dengan skor 3-0 di waktu normal, lalu tambah dua gol lagi di extra time.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bodo/Glimt mulanya dicap sebagai kuda hitam di Liga Champions musim ini. Apalagi, mereka bisa singkirkan Inter Milan di babak playoff 16 besar, sebelumnya juga kalahkan Manchester City dan Atletico Madrid di fase liga.
"Sporting bermain tanpa mempedulikan apapun, sementara kami memikirkan konsekuensinya sejak sentuhan pertama," ujar pelatih Bodo/Glimt, Kjetil Knutsen seperti dilansir dari BBC setelah kekalahan dari Sporting.
"Kami tidak bermain sesuai yang kami inginkan, laga ini jadi terlalu besar buat kami," keluhnya.
Setidaknya, Bodo/Glimt terus mencuri panggung di kompetisi antarklub Eropa dalam beberapa musim terakhir. Mereka pernah hancurkan AS Roma-nya Mourinho 6-1 di UEFA Conference League, beberapa tim besar lainnya juga bisa diimbangi.
"Saya tidak bisa benar-benar menjelaskan mengapa kami berakhir seperti ini, tetapi hanya ada beberapa periode singkat di mana kami berhasil menunjukkan performa yang baik (dalam Liga Champions musim ini-red)," ungkap Knutsen.
Bodo/Glimt tidak pulang dengan tangan hampa. Tim asal Norwgia itu kantongi 11 juta Euro setelah tembus babak 16 besar Liga Champions, atau setara Rp 215 miliar.
(aff/nds)










































