GP Spanyol di penghujung April lalu menjadi kali terakhir Kimi menjejak podium tertinggi. Setelahnya, hingga balapan di Hungaroring akhir pekan lalu, hasil terbaik yang didapatnya adalah runner-up di GP Prancis.
Dalam tujuh seri tersebut total cuma 28 poin yang berhasil diraihnya. Jumlah tersebut kalah jika dibanding 42 angka yang diraih Lewis Hamilton, 36 poin hasil raihan Felipe Massa dan bahkan Robert Kubica yang meraup 30 poin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dia seperti imitasi yang buruk seorang pembalap dari masa lalu," kritik harian olahraga Italia, Tuttosport. "Raikkonen bukanlah pembalap yang dibutuhkan Ferrari. Dia harus bertanya pada dirinya sendiri apakah dia masih memiliki hasrat."
Setelah menjadi juara dunia musim lalu, Kimi dianggap terlalu "mendalami" julukan dirinya sebagai "Si Manusia Es". Pembalap Finlandia itu dianggap terlalu santai saat kegagalan menghampirinya, meski saat menang cara dia menyikapinya juga tak banyak berubah.
Kondisi berbeda dialami Massa. Pembalap Brasil itu mendapat banyak sanjungan menyusul aksi fantastisnya saat start dan dominasi sepanjang balapan, sebelum kerusakan mesin memaksanya gagal finish.
"Apalagi yang bisa diharapkan Ferrari dari seorang pembalapnya?" demikian La Gazzetta dello Sport memuji penampilan Massa seperti diberitakan Crash. (din/key)











































