Foto Sport

Zohri, Dulu Lari Tanpa Alas Kaki Kini Jadi Sprinter Tercepat Asia Tenggara

Agung Pambudhy - Sport
Jumat, 31 Mei 2019 18:18 WIB

Jakarta - Zohri menjadi sprinter tercepat Asia Tenggara. Sebelum sukses menjadi manusia tercepat, dia sempat merasakan berlari tanpa alas kaki karena faktor ekonomi.

Lalu Muhammad Zohri sedang menjalani latihan di Jakarta beberapa waktu lalu.

Dulu lari tanpa sepatu di pantai-pantai Lombok Utara, kini Zohri memiliki jalan untuk mentas di Olimpiade 2020 Tokyo. 

Zohri kecil memiliki taman bermain yang luas. Bukan trek lari artifiasl, Zohri mempunyai arena berlari berupa pantai berpasir putih di kawasan Lombok Utara. Di sanalah dia lahir. Di sanalah dia berlari. Tanpa aturan, tanpa alas kaki. Bebas, tanpa beban.

Zohri kecil tak hanya berlari di atas pasir, tapi juga menjajal lintasan jalan raya.

Kegilaan Zohri berlari terendus Rosida, guru Zohri di kelas 1 SMP Negeri 1 Pamenang di Dasan Lontar. Tapi, Zohri tak menyadari potensinya. Dia menolak. Zohri melihat tak ada korelasi antara berlatih lari dan menjadi tentara seperti cita-citanya. Lagipula, waktu itu, dia lebih senang bermain sepakbola. 

Lewat latihan bersama Rosida pada 2011, jalan Zohri di atletik mulai terbuka. Zohri mengikuti Kejuaraan Daerah Atletik di lari 100 meter dan 200 meter. Zohri langsung juara. 

Digodok di Jakarta, di bawah asuhan Eni dan mentoring langsung dari pelatih atletik asal Amerika Serikat (AS) Harry Mara, yang membawa Ashton Eaton, pemilik medali emas dasalomba Olimpiade 2012 London dan Rio de Janeiro, kaki-kaki Zohri semakin terlatih. Larinya semakin cepat. 

Zohri merebut gelar juara Asia junior di nomor lari 100 meter di Gifu Asian Junior Championship Jepang pada 9 Juni 2018. Dia mencatatkan waktu 10,27 detik. 

Sebulan setelah merebut gelar juara Asia junior di nomor lari 100 meter di Gifu Asian Junior Championship Jepang, Zohri tampil di Kejuaraan Dunia Junior di Finlandia. Di sanalah Zohri membetot perhatian dunia. Zohri finis terdepan menjadi juara dengan waktu 10,18 detik.

Pintu rejeki terbuka lebar. Berkat prestasinya itu, bendera Merah Putih pemberian ofisial Polandia, Zohri mendapatkan penghargaan dari berbagai pihak. Uang tunai, rumah, asuransi, tabungan emas digelontor untuk Zohri. Kini Zohri bisa dengan mudah membeli sepatu sendiri.

Di usianya yang menginjak 18 tahun, Zohri juga berhasil merebut predikat sprinter tercepat Asia Tenggara dari tangan Suryo Agung Wibowo. 

Zohri, Dulu Lari Tanpa Alas Kaki Kini Jadi Sprinter Tercepat Asia Tenggara
Zohri, Dulu Lari Tanpa Alas Kaki Kini Jadi Sprinter Tercepat Asia Tenggara
Zohri, Dulu Lari Tanpa Alas Kaki Kini Jadi Sprinter Tercepat Asia Tenggara
Zohri, Dulu Lari Tanpa Alas Kaki Kini Jadi Sprinter Tercepat Asia Tenggara
Zohri, Dulu Lari Tanpa Alas Kaki Kini Jadi Sprinter Tercepat Asia Tenggara
Zohri, Dulu Lari Tanpa Alas Kaki Kini Jadi Sprinter Tercepat Asia Tenggara
Zohri, Dulu Lari Tanpa Alas Kaki Kini Jadi Sprinter Tercepat Asia Tenggara
Zohri, Dulu Lari Tanpa Alas Kaki Kini Jadi Sprinter Tercepat Asia Tenggara
Zohri, Dulu Lari Tanpa Alas Kaki Kini Jadi Sprinter Tercepat Asia Tenggara
Zohri, Dulu Lari Tanpa Alas Kaki Kini Jadi Sprinter Tercepat Asia Tenggara
Zohri, Dulu Lari Tanpa Alas Kaki Kini Jadi Sprinter Tercepat Asia Tenggara