Demikian diungkapkan oleh Menteri Dalam Negeri Serbia, Ivica Dadic. Menurut Dadic, polisi menggeledah rumah Damir yang berada di Propinsi Fruska Gora dan lantas menahan Damir.
Seperti dikabarkan harian Blic yang dikutip YahooSports, Damir pada hari Rabu (6/5/2009) lalu menelepon Kedubes Australia di Beograd dan mengancam akan 'menembakkan roket' ke mobil Dubes.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mengenai alasannya melakukan itu semua, Damir kepada Blic mengatakan bahwa ia marah atas wawancara anaknya dengan majalah Australia, Sport&Style, di mana Jelena menuduh Damir memukuli dia. Jelena, 26 tahun, bahkan mengaku pernah kabur dari rumah pada tahun 2002.
Damir mengatakan bahwa wawancara itu adalah 'serangan berkelanjutan kepada dirinya dengan maksud yang jelas untuk membunuh dia', seraya menambahkan bahwa 'tak ada anak yang tidak pernah dipukul orang tuanya--termasuk Jelena'.
Jelena kini memang hidup terpisah dari Damir. Lahir di bekas wilayah Yugoslavia, Jelena dan keluarganya hijrah ke Sydney dan membela Australia di Olimpiade 2000. Tahun 2001, Jelena memilih membela Serbia lagi sebelum pada tahun 2006 berbalik arah dan membela Australia.
Damir memang terkenal temperamental dan sering membuat berita kontroversial. Tahun 2001, Damir yang masih rukun dengan Jelena, menuduh panitia Australia Terbuka mengatur undian. Tahun 2006, Damir menuding pacar Jelena menculik putrinya.
(arp/din)











































