Selama aktif berkarir di dunia tenis profesional, Sampras sukses menorehkan banyak prestasi. Saking "membanjirnya" trofi-trofi dan penghargaan yang diraih pria berusia 39 tahun tersebut, sebuah gudang di Los Angeles, AS, pun ia pergunakan secara khusus untuk menyimpannya.
Sial untuk Sampras, ada tangan-tangan jahil yang menggerayangi gudang penyimpanan tersebut. Kebanyakan trofi dan memorabilianya pun raib tanpa jejak, meski hanya satu saja trofi Grand Slam-nya yang hilang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami sangat menyesal atas peristiwa itu. Kami paham betapa istimewa-nya kemenangan di Piala Davis bagi seorang petenis. Bila Pete Sampras sulit untuk melupakan kehilangan dua trofi itu, kami menawarkan kepadanya replika trofi tersebut sebagai penghargaan atas rekornya yang luar biasa di event ini," ujar presiden ITF Francesco Ricci Bitti dikutip dari Yahoo Sports.
Simpati juga dinyatakan oleh penyelenggara Australia Terbuka, kejuaraan yang dimenangi oleh Sampras tahun 1994 dan 1997. Meski begitu tidak ada pernyataan rinci apakah penyelenggara Australia Terbuka bakal mengikuti langkah ITF atau tidak.
"Kami sudah melakukan kontak dengan Sampras sepanjang malam kemarin untuk mengetahui apa saja yang bisa kami lakukan. Kami siap membantu salah petenis juara dengan cara apa pun yang kami mampu," demikian kata direktur turnamen Craig Tiley dilansir dari Bloomberg. (nar/krs)











































