Adalah perusahaan bernama Qiaodan Sports yang dituding Jordan sudah mengambil keuntungan dari nama dan nomor jersey-nya, tanpa izin. Si juara NBA enam kali itu kian kecewa karena keluarganya ikut dibawa-bawa.
"Sangatlah mengecewakan melihat sebuah perusahaan membangun bisnisnya dari nama China-ku tanpa izin, menggunakan nomor 23 dan bahkan mencoba menggunakan nama anak-anakku," ujarnya dalam sebuah keterangan yang dikutip Reuters.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Qiaodan, nama perusahaan dimaksud, adalah penyebutan nama Jordan di China. Perusahaan ini dicatat sudah menjadi sponsor dari Mongolia, Kazakhstan, dan Turkmenistan di Olimpiade. Pada 2010, Qiaodan Sports juga menjadi sponsor resmi Federasi Basket Internasional (FIBA).
Keluhan terkait Hak Paten dan Hak Cipta ini bukanlah hal langka di China.
Pebasket China yang sedang naik daun, Jeremy Lin, tersandung hal serupa di China setelah seorang perempuan di propinsi Jiangsu sudah mendaftarkan namanya, di dalam karakter China. Lin sendiri saat ini sedang mendaftarkan istilah 'Linsanity' di Amerika Serikat.
Selain itu, perusahaan raksasa Apple Inc juga sedang mengalami masalah legal di China yang melibatkan firma teknologi China Proview Technology (Shenzhen), sehubungan dengan nama 'iPad'.
(krs/a2s)











































