detikSport
Follow detikSport Linkedin share
Sabtu, 02 Agu 2014 14:49 WIB

Sabina yang Dinilai Terlalu Cantik sebagai Pemain Voli

- detikSport
instagram altynbekova_20 instagram altynbekova_20
Astana - Wajah cantik Sabina Altynbekova, 17 tahun, menjadi buah bibir di media massa dan media sosial belakangan ini. Tapi, kelebihan itu malah jadi blunder bagi kariernya di tim nasional U-19 voli indoor Kazakhstan.

Meme (foto olahan internet) tentang Sabina muncul dalam berbagai versi, termasuk versi Indonesia. Dari ajakan kepada para lelaki agar mulai menggandrungi atlet wanita ketimbang bintang sinetron sampai adegan lucu-lucuan yang melibatkan Roma Irama.

Wajah oriental, rambut sepunggung dengan poni di atas alis, plus postur tinggi semampai menjadi daya tariknya. Itu semua dipadu dengan balutan kostum voli--celana pendek dan kaus tanpa lengan. The Strats Times melaporkan fans Taiwan rela datang satu jam lebih awal ketika pertandingan timnas voli Kazakhstan sambil mengibarkan bendera negara pecahan Uni Soviet itu.

Video Sabina yang sedang pemanasan di YouTube juga diklik ribuan pengunjung. Akun twitternya dengan cepat mendapatkan 29 ribu follower. Juga Facebook yang di-like 200 ribu penggemar.

Tapi kemudian lewat akun istagram altynbekova_20, Sabina menegaskan akun-akun itu palsu. Dia hanya mempunyai dua media sosial: intagram--yang dijadikan untuk pengumuman itu--dan VK.

Tapi wajah cantik itu malah mengancam kariernya sebagai pemain voli. Pelatih timnas Nurlan Sadikov gusar dengan perhatian berlebihan publik kepada Sabina.

"Tidak mungkin bekerja dalam situasi seperti ini. Para penonton seolah menganggap hanya ada satu pemain di kejuaraan ini," keluh Sadikov saat mendampingi timnya dalam kejuaraan di Taiwan dan dikutip Huffingtonpost beberapa waktu lalu.

Bagaimana pendapat orang tua Sabina? Rupanya ibunda Sabina, Nuripa Amrievna, lebih senang anak gadisnya menjadi anak kuliahan dengan bersekolah di Kazakh University for Humanities and Law dan bukannya menjadi model.

"Saya ingin dia jadi mahasiswi sekolah hukum, tapi dia malah memilih menjadi atlet," kata Amrievna.

"Tapi dia tak akan ke sana (menjadi model), kami melarangnya," tegas dia.

(fem/roz)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com