Ketika Para Pebulutangkis Nasional Berebut 'Medali' 17-an

Ketika Para Pebulutangkis Nasional Berebut 'Medali' 17-an

- Sport
Minggu, 17 Agu 2014 16:37 WIB
Ketika Para Pebulutangkis Nasional Berebut Medali 17-an
Badminton Indonesia
Jakarta -

Para pebulutangkis ini biasanya berebut medali di ajang nasional dan internasional. Namun, khusus dalam perayaan hari ulang tahun kemerdekaan Indonesia, mereka mengejar 'medali' dari lomba-lomba khas 17-an.

Sudah menjadi tradisi, para penghuni pelatnas bulutangkis melaksanakan upacara bendera setiap 17 Agustus. Begitu pula pada perayaan ke-69 kali ini. Mengenakan seragam bertanding bernuansa merah, para pebulutangkis putra dan putri mengikuti upacara bendera yang dimulai tepat pukul 08.00 WIB dengan tertib.

Achmad Budiharto, wakil sekretaris jenderal PP PBSI menjaid pembina upacara. Para pemain dan pelatih kebagian menjadi peserta.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Usai melaksanakan upacara bendera, peserta upacara tak langsung bubar. Mereka ditunggu sederet perlombaan khas 17-an. Seperti, makan kerupuk, tarik tambang, dan memasukkan pensil ke dalam botol.

Kendati absen dari perlombaan karena harus jaga kondisi untuk latihan berat mulai Senin (18/8/2014) menuju Asian Games, pemain ganda campuran Liliyana Natsir turut bergembira tradisi itu bisa terjaga.

"Perayaan kemerdekaan ini mengingatkan kami akan jasa-jasa para pejuang dan kami harus memberikan apresiasi. Sebagai pebulutangkis kami merasa senang bisa membawa nama Indonesia di kancah internasional, sebuah kebanggaan buat kami,” kata Liliyana seperti dikutip Badminton Indonesia.

β€œKalau tahun-tahun lalu, saya biasanya ikut lomba tarik tambang, seru sekali ramai-ramai sama teman-teman. Tapi tahun ini absen dulu deh. Ha ha ha,” ujar perempuan yang akrab disapa Butet itu.

Senada, tunggal putra Ihsan Maulana Mustofa juga antusias dengan lomba-lomba itu. Meski, seperti Liliyana, dia dilarang ambil bagian dalam agenda itu.

β€œSaya sih penasaran sama lomba panjat pinang, tahun sebelumnya pernah ikut tapi gagal terus, ternyata susah banget. Lomba balap karung dan makan kerupuk juga seru. Cuma sekarang nggak ikut lomba, upacara saja,” ungkap Ihsan.

(fem/fem)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads