detikSport
Follow detikSport Linkedin share
Jumat, 12 Feb 2021 18:27 WIB

ONE Championship: Tak Cuma Baku Hantam, Ada Ilmu Bisnisnya Juga

Mohammad Resha Pratama - detikSport
The Apprentice: ONE Championship ONE Championship tak sekadar baku hantam, ada ilmu bisnisnya juga (dok.ONE Championship)
Singapura -

ONE Championship tak cuma mau dikenal sebagai ajang tarung bebas. Tapi, entitas olahraga itu juga mau dikenal sebagai pencetak pebisnis ulung.

Selama ini ONE Championship adalah wadah bagi para petarung bebas di Asia dan juga seluruh dunia untuk saling bertanding menjadi yang terbaik. ONE Championship sudah berkembang sejak pertama kali diperkenalkan pada 2011.

Dengan memfokuskan pemasaran di kawasan Asia, khususnya Asia Tenggara, ONE Championship sudah jadi entitas bisnis tersendiri. Tapi, sang pendiri Chatri Sityodtong enggan ONE Championship tenar hanya karena olahraga tarung bebas yang belakangan tengah menjamur.

ONE Championship juga menyediakan The Aprrentice: ONE Championship sebagai kompetisti bisnis yang dipadukan dengan tantangan fisik ini akan diikuti oleh 16 kontestan dari seluruh dunia.

Kompetisi bisnis dalam reality show ini akan fokus pada berbagai masalah dan industri dunia nyata. Ada lima hal penting mengapa The Apprentice garapan ONE Championship patut diikuti layaknya duel di atas octagon.

1) Waktu Sangatlah Penting

"The Apprentice: ONE Championship Edition" menawarkan adegan realitas yang intens dengan drama yang tinggi, biasanya dikejar dengan batasan waktu yang telah ditentukan. Semuanya dibuat stres karena jam terus berputar. Jelas, acara ini sangat penting untuk ditonton dan memang produser membutuhkan drama tersebut untuk membangkitkan cerita agar memikat dan melibatkan emosi penonton. Dan pastinya kebenaran yang ditampilkan sangat nyata di dalam acara ini.

2) Kejamnya Persaingan dalam Dunia Nyata
Dunia bisnis tidak diragukan lagi kekejamannya. Siapa pun yang pernah bekerja di sebuah perusahaan pasti bisa membuktikan fakta atas kekejaman tersebut. Orang-orang selalu bersaing satu sama lain, berjuang untuk mencapai puncak, bahkan mengorbankan rekan kerja mereka.

3) Hal-hal kecil penting
"The Apprentice" menempatkan kandidat dalam situasi yang sangat sulit, dihadapkan pada masalah yang tampaknya mustahil. Dibutuhkan kecerdasan, kemauan, dan kecerdasan bisnis yang tinggi untuk menyelesaikan tugas, apalagi memenangkan tantangan.

Namun, ketika tantangan tertentu berjalan secara datar, Anda akan sering menemukan kandidat di acara itu terganggu oleh tugas-tugas sepele. Misalnya, siapa yang bisa menulis di papan tulis, atau siapa yang memindahkan kursi di rapat. Hal-hal yang tampaknya tidak terlalu penting dalam skema besar.

4) Bertanggung Jawab atas Kegagalan Anda Sendiri
Tanggung jawab merupakan kata yang sangat besar, dan ini adalah kata yang banyak orang hindari. "The Apprentice" telah melihat banyak sekali kandidatnya sepanjang sejarah pertunjukan mencoba untuk keluar dari situasi sulit dengan menyalahkan rekan kerja atau faktor eksternal atas kesalahan mereka. Sungguh menghibur melihat mereka berebut, menunjuk jari, dan melempar satu sama lain tapi itu bukanlah cara kerja yang baik di dunia nyata.

Di dunia nyata, Anda harus bertanggung jawab atas kegagalan Anda sama seperti Anda merayakan kemenangan Anda.

5) Komunikasi adalah Raja
Terakhir, "The Apprentice: ONE Championship Edition" menekankan pentingnya komunikasi. Seringkali, ketika tim gagal dalam sebuah tantangan, dikarenakan adanya gangguan dalam komunikasi. Komunikasi yang buruk menyebabkan berbagai masalah muncul.

Di dunia nyata, tim sukses adalah tim yang berkomunikasi dengan baik satu sama lain. Perusahaan yang hebat mendorong orang untuk berkolaborasi dan bekerja sama, dan ini melibatkan komunikasi yang efektif dengan rekan kerja.

(mrp/krs)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com