detikSport
Follow detikSport Linkedin share
Jumat, 12 Mar 2021 23:45 WIB

The Apprentice: ONE Championship, Belajar Bisnis Sekaligus Beladiri

Mohammad Resha Pratama - detikSport
Paulina Purnomowati Bisnis sekaligus beladiri di The Apprentice: ONE Championship (dok.ONE Championship)
Singapura -

The Apprentice: ONE Championship memang tak sekadar mengajarkan ilmu berbisnis kepada para pesertanya. Tapi, di balik itu, ada juga seni beladiri.

The Apprentice: ONE Championship adalah program terbaru dari Presiden sekaligus CEO Chatri Sityodtong. The Apprentice: ONE Champioship Edition akan terdiri dari 13 episode dan semuanya dihelat di Singapura.

Kompetisi bisnis dalam reality show ini akan fokus pada berbagai masalah dan industri dunia nyata. Tak cuma itu, para peserta nantinya juga akan merasakan bagaimana terjun di dunia olahraga tarung bebas.

Kurang dari seminggu lagi, The ApprenticeL ONE Championship akan resmi mengudara pada 18 Maret di saluran TV berbayar AXN. Dalam cuplikan di balik layar The Apprentice, pada peserta juga turut diajarkan seni beladiri.

Para pengajarnya pun tak main-main, yakni atlet ONE Championship, yakni Brandon "The Truth" Vera dan "Super" Sage Northcutt, serta beberapa petarung bebas top lainnya bela diri lainnya. Berkaitan dengan acara tersebut, Chairman dan CEO ONE Championship, Chatri Sityodtong, menilai bahwa seni bela diri bisa berpengaruh terhadap perjalanan karier seseorang.

"Saya berlatih seni Muay Thai pada masa muda yang telah membawa banyak pelajaran ke dalam kehidupan dewasa dan profesional," kata Chatri Sityodtong dalam rilis kepada detikSport.

"Ini (seni bela diri) juga telah membantu mengatasi kesulitan terbesar. Itu adalah sinergi yang tak terbantahkan antara seni bela diri dan bisnis," sambungnya.

Menurut Chatri, ada beberaa yang bisa diambil dari seni beladiri untuk diaplikasikan dalam dunia bisnis, khususnya untuk para pemimpin. Pertama adalah jangan berhenti belajar karena bisnis selalu membutuhkan evolusi layaknya seorang petarung. Setiap petarung tentu akan selalu memperbarui teknik beladirinya agar bisa mengalahkan lawan.

Lalu kedua kemajuan sekecil apapun adalah kunci dalam pengembangan diri, sehingga tidak perlu minder kalaupun harus melalui proses yang lama. Yang ketiga adalah mau belajar menerima kegagalan dan kesulitan, karena itu sudah pasti akan dihadapi dalam kehidupan.

Apakah ke-16 peserta The Apprentice, termasuk Paulina Purnomowati bisa melakukannya? Kita tunggu saja.

Simak juga 'Dok.: Nunchaku, Senjata Beladiri ala Bruce Lee, Surabaya':

[Gambas:Video 20detik]



(mrp/raw)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com