Norris Dirampok Usai Nonton Final Euro 2020, Bos McLaren Berang

Mohammad Resha Pratama - Sport
Rabu, 14 Jul 2021 15:19 WIB
SPIELBERG, AUSTRIA - JULY 04: Third placed Lando Norris of Great Britain and McLaren F1 celebrates on the podium during the F1 Grand Prix of Austria at Red Bull Ring on July 04, 2021 in Spielberg, Austria. (Photo by Clive Rose/Getty Images)
McLaren kritik Euro 2020 setelah Lando Norris kerampokan (Getty Images/Clive Rose)
London -

Bos McLaren, Zak Brown, kesal dengan insiden perampokan yang dialami Lando Norris usai final Euro 2020. Dia menilai panitia bekerja layaknya amatiran.

Norris hadir di Wembley untuk mendukung langsung Timnas Inggris yang berhadapan dengan Italia pada Minggu (11/7) waktu London pada laga final Euro 2020. Seperti diketahui, Gli Azzurri akhirnya keluar sebagai juara lewat drama adu penalti.

Usai laga final Euro 2020, Norris dirampok saat masuk ke mobil McLaren GT yang ia bawa. Para perampok mengambil jam yang ia kenakan. Tak disebut merk jamnya, Namun dilaporkan harganya mencapai 40 ribu Pound, atau sekitar Rp 806 juta.

Norris memang tidak terluka dan bisa pulang dengan selamat. Tapi, pebalap 21 tahun itu disebut mengalami trauma karena perampokan tersebut.

Hal itu ditakutkan akan mempengaruhi mental Norris menghadapi balapan F1 GP Inggris akhir pekan ini. Padahal Norris lagi tampil bagus bersama McLaren musim ini dengan berada di posisi keempat klasemen berkat 101 poin.

Norris selalu finis di zona poin dengan tiga kali naik podium. Maka wajar Zak Brown selaku bos McLaren kesal bukan main dengan sistem pengamanan di laga final Euro 2020.

"Saya sudah bicara banyak dengannya soal itu," ujar Brown seperti dilansir Sky Sports.

"Saya juga sempat kerampokan tiga kali, di Los Angeles ketika masih mudah, jadi saya coba membagi cerita itu. Mudah saja melakukan itu ketika Anda menjadi korban, tentu saja Anda punya jam bagus yang menarik perhatian. Faktanya dia sudah melakukan sebisanya," sambungnya.

"Ada beberapa orang jahat di situ. Event itu tidak dihelat dengan baik, saya datang, dan itu bukan aksi yang bisa diterima."

"Jadi hal itu harus diperbaiki karena Anda tidak seharusnya merasa takut ketika datang ke event olahraga besar. Anda tidak akan melihat itu di Formula 1."

"Tapi, dia baik-baik saja. Sedikit trauma memang, dia sudah menjelaskan itu kepada saya. Bukan pengalaman menyenangkan, dia sehat dan baik-baik saja," tutup Zak Brown soal insiden perampokan usai final Euro 2020 itu.

(mrp/pur)