Erick Thohir Punya Banyak Klub Olahraga, Apa Rahasianya?

Mohammad Resha Pratama - Sport
Senin, 13 Sep 2021 05:25 WIB
Erick Thohir
Erick Thohir (kiri) dan Agnes Monica (kanan) berbagi tips menjadi sukses dalam karier (Istimewa)
Jakarta -

Erick Thohir dikenal sebagai pengusaha gila olahraga, yang punya sederet klub di berbagai cabang. Apa rahasia Erick hingga dia bisa seperti itu?

Bicara Erick di dunia olahraga nasional, yang paling pertama diingat adalah Satria Muda. Ya, klub basket top Indonesia itu lahir tak lepas dari peran Erick sebagai pemilik.

Sudah berapa banyak dana yang dikeluarkan Erick hingga membuat Satria Muda bisa konsisten meraih prestasi di kancah Indonesia Basketball League (IBL). Bahkan Erick juga membangun Sportsmall Kelapa Gading (Britama Arena) yang jadi kandang sekaligus mess untuk Satria Muda.

Erick bahkan sempat jadi Ketua PB Perbasi periode 2006 hingga 2010, lalu menjabat presiden SEABA mulai 2006 hingga sekarang, dan juga punya beberapa jabatan penting di FIBA.

Besar di basket, Erick coba menggunakan kekuatan finansialnya untuk memilki saham klub NBA Philadelphia 76ers dan jadi orang Asia pertama yang melakukannya.

Kecintaan Erick kepada basket membuatnya juga berani merambah ke olahraga lainnya, yakni sepakbola. Pada tahun 2012, Erick menjadi pemilik saham mayoritas klub MLS DC United.

Puncaknya adalah ketika Erick bersama dua pengusaha Indonesia Rosan Roeslani dan Handi Soetedjo membeli Inter Milan pada 15 Oktober 2013. Erick lantas jadi presiden klub menggantikan Massimo Moratti.

Tiga tahun posisi itu dijabat sebelum Erick melepas saham mayoritasnya ke Suning Group dan mundur resmi sebagai presiden pada 2018, setelah digantikan Steven Zhang.

Punya portfolio menawan di dunia olahraga yang juga mengantarkan Erick menjadi Ketua Panitia Asian Games 2018, sebelum kini dipercaya mengemban jabatan Menteri Negara BUMN.

Bagi Erick yang didapatkannya saat ini adalah buah kerja keras dan bukan jatuh begitu saja dari langit. Bahkan sebelum bisa memiliki klub seperti Sixers atau Inter, Erick pelan-pelan dulu memegang saham dari jumlah minoritas hingga akhirnya mayoritas.

"Semua ada prosesnya. Saya masuk ke sport business dari cuma pegang saham 11%. Saya ikut seminar dengan para owner kelab olahraga di Aspen (Amerika Serikat). Dari situ, baru pelan-pelan jual beli hingga punya saham yang lebih besar," terang Erick dalam acara Nanda Tanya yang dipandu Nanda Persada di channel Youtube V-Entertainment Sabtu (11/9/2021).

Erick ThohirErick Thohir dalam acara Nanda Tanya bareng Agnes Monica Foto: Istimewa

"Tidak mudah memang jalannya, tapi ya kalau dilakoni dengan sungguh-sungguh, pasti ada hasilnya. Lihat saja sekarang hasilnya seperti apa," sambungnya.

Dalam acara bincang-bincang itu, hadir juga penyanyi Agnes Monica yang sudah Go International juga. Agnes di awal karier internasionalnya, juga tidak lepas dari cibiran masyarakat meski akhirnya dia membuktikan dengan karya-karyanya.

Kunci sukses Agnes hingga seperti sekarang pun terbilang simpel, yakni berani menolak jika memang tawarannya tidak sesuai keinginannya.

"Awalnya saya ke Amerika, tahun 2009-2010 itu diundang menjadi co-host red carpet American Music Award. Buat saya ini momen besar. Tapi, yang saya dengar dari orang Indonesia malah kata-kata 'yailah, cuma co-host red carpet!'" ujar musisi yang memulai kariernya sejak usia enam tahun ini.

"Saya harus memilih. Dulu ada tawaran untuk sering-sering tampil. Saya bilang, tidak. Saya butuh waktu untuk merenung, recharge myself," sambungnya.

Hal ini juga yang diapresiasi betul oleh Erick Thohir karena semakin banyak orang Indonesia bisa mengharumkan nama negara di kancah internasional lewat karya-karyanya, maka semakin bagus pula untuk masyarakatnya.

"Mereka bisa men-challenge dirinya untuk breakthrough dan ini harus terus. Dan saya optimis ini bisa menjadi drive new economy," ujar Erick.

"Kita harus mengubah paradigma, justru kita harus menjadi bangsa yang optimistis dan saling mendukung. Kita bisa mendorong negara kita beyond the expectation. Sudah waktunya kita go global," pungkas Erick.

(mrp/raw)