Peng Shuai, Petenis China yang Sempat Hilang dan Kini Muncul ke Publik

Yanu Arifin - Sport
Senin, 22 Nov 2021 11:10 WIB
Chinas Peng Shuai reacts during her first round singles match against Japans Nao Hibino at the Australian Open tennis championship in Melbourne, Australia, Tuesday, Jan. 21, 2020. (AP Photo/Andy Brownbill)
Petenis China, Peng Shuai.Foto: Andy Brownbill/AP
Beijing -

Peng Shuai, petenis yang sempat menghilang usai melaporkan kasus pelecehan seksual mantan Wakil Perdana Menteri China, akhirnya muncul. Ia baik-baik saja.

Dilansir CNN, Peng Shuai akhirnya muncul ke publik setelah sempat dikhawatirkan menghilang, akibat melaporkan skandal pelecahan seksual yang dilakukan mantan wakil presiden China, Zhang Gaoli.

Peng Shuai muncul ke publik lewat video call, yang dilakukan Presiden Olimpiade Thomas Bach, yang didampingi pejabat Olahraga China Li Lingwei dan Ketua Komisi Atlet IOC Emma Terho.

Mereka melakukan video call selama 30 menit. Menurut pernyataan IOC, Peng Shuai dalam kondisi baik-baik saja, dan hanya meminta privasinya dihormati saat ini.

"Saya lega melihat Peng Shuai baik-baik saja, yang menjadi perhatian utama kami," kata Terho.

"Dia tampak santai. Saya menawarkan dukungan kami dan untuk tetap berhubungan kapan pun dia mau, yang jelas dia hargai," katanya.

Sebelumnya, Peng Shuai melaporkan kasus pelecehan seksual yang dialaminya pada 2 November 2021. Ia mengaku sempat dilecehkan mantan Wakil Perdana Menteri Zhang Gaoli sekitar tiga tahun lalu.

Pengakuannya ia bagikan di media sosial Weibo, kemudian dihapus. Sejak saat itu, Peng Shuai tak kelihatan lagi batang hidungnya.

Menghilangnya Peng Shuai menimbulkan kekhawatiran pada kondisi sang petenis. Banyak yang mengaitkan soal kondisi Peng Shuai terancam karena membongkar skandal Zhang Gaoli, yang merupakan kerabat Xi Jinping, Presiden China saat ini.

Menghilangnya Peng Shuai sampai memunculkan tagar #WhereIsPengShuai di media sosial, sebagai dukungan untuk mencari keberadaannya. Sampai akhirnya pemilik dua gelar Grand Slam itu muncul ke publik.

Steve Simon, ketua Women Tennis Association, mengaku kekhawatiran soal kondisi Peng Shuai akan tetap ada. WTA, bersama PBB, sendiri telah menyerukan penyelidikan lebih dalam atas apa yang menimpa petenis 35 tahun tersebut.

"Masih belum jelas apakah dia bebas dan mampu membuat keputusan dan mengambil tindakan sendiri, tanpa paksaan atau campur tangan pihak luar," kata Simon.

Peng Shuai sendiri menjadi petenis ganda putri terbaik China, dengan torehan dua gelar Grand Slam. Ia sempat menjadi ganda nomor satu dunia pada 2014.

Lihat juga Video: Petenis Dunia Novak Djokovic Positif Corona!

[Gambas:Video 20detik]




(yna/nds)