Eks-Teman Latihan Kena Kasus Percobaan Pembunuhan, Ini Janji Khabib

Kris Fathoni W - Sport
Selasa, 24 Mei 2022 13:30 WIB
LAS VEGAS, NEVADA - MARCH 05: Khabib Nurmagomedov is seen in the corner of Tagir Ulanbekov of Russia during his flyweight fight against Tim Elliott during the UFC 272 event on March 05, 2022 in Las Vegas, Nevada. (Photo by Jeff Bottari/Zuffa LLC)
Khabib Nurmagomedov. Foto: Zuffa LLC/Jeff Bottari
Jakarta -

Khabib Nurmagomedov punya sebuah janji untuk eks-teman latihannya, yang kini terjerat kasus percobaan pembunuhan.

Cain Velasquez, demikian nama sosok yang pernah jadi rekan berlatih mantan jawara UFC tersebut semasa di American Kickboxing Academy, San Jose, California, Amerika Serikat. Saat ini Velasquez sedang terjerat kasus.

Dilansir RT.com, Cain Velasquez mendekam di balik jeruji besi sedari 28 Februari lalu atas kasus percobaan pembunuhan, yang kejadiannya juga cukup dramatis.

Disebutkan lebih lanjut bahwa kasus percobaan pembunuhan itu lahir setelah Cain Velasquez terlibat dalam aksi kejar-kejaran dengan mobil. Selain aksi kejar-kejaran itu, Cain juga melepaskan sejumlah tembakan ke arah mobil yang ia klaim ditumpangi sosok yang sudah melakukan serangan kepada seorang kerabat dekatnya.

Baru-baru ini Cain Velasquez kabarnya menolak dibebaskan dengan jaminan. Ada dugaan bahwa ia kini terancam penjara sampai 15 tahun terkait dengan sejumlah pelanggaran terkait dalam aksi kejaran-kejaran tersebut.

Janji Khabib Nurmagomedov

Sehubungan dengan itulah Khabib melontarkan keinginan untuk menyambangi Cain Velasquez. Ia ingin memberikan dukungan moril buatnya.

"Kemarin aku bicara dengan pelatih. Aku bilang apa ada kesempatan atau memungkinkan untuk menemuinya di penjara," kata Khabib kepada TMZ.

"Di Rusia, kami bisa menemui siapa saja tapi aku tidak tahu bagaimana hukumnya di AS sini. Aku sungguh ingin menemuinya. Beberapa hari lagi aku akan berada di San Jose. Aku ingin menemuinya, menjabat tangannya, menyemangatinya."

"Semua orang di dunia ini yang menghormati diri sendiri, mencintai keluarga, ia pasti akan melakukan hal yang sama. Ayolah, takkan ada yang memikirkan soal hukum saat harus melindungi keluarganya."

(krs/aff)