Legenda hidup Susy Susanti dan Alan Budikusuma membuka akademi olahraga multi-cabang premium untuk anak-anak usia dini hingga remaja. Total ada 12 cabang olahraga yang mereka siapkan.
Mulai dari bulutangkis, renang, wushu, mini soccer, bisbol, panahan, taekwondo, panjat tebing, senam, tenis, tenis meja, hingga wushu.
Mengusung nama Asna Academy, Alan dan Susy yang bekerja sama dengan pakar pendidikan Widyana Susanty, membawa pendekatan olahraga anak yang terstuktur dan selaras dengan perkembangan sekolah, dengan pengembangan fisik, disiplin, serta gaya hidup sehat.
Susy mengatakan ide pertama muncul pada pertengahan tahun 2025, bersama rekannya Widyana Susanty. Ia menyadari setelah pandemi Covid, olahraga menjadi kebutuhan masyarakat dan kesadaran untuk hidup sehat juga meningkat.
Makanya, akademi ini menjadi salah satu yang ingin diterapkan.Tapi bukan untuk orang dewasa, Susy dan Alan, memulainya dari anak-anak usia dini, 2 sampai 12 tahun.
"Anak-anak sekarang kan selalu menggunakan gadget. Anak kecil saja kalau makan selalu pakai gadget. Dari situ muncul ide, untuk mengenalkan olahraga kepada anak-anak. Tidak hanya bermain sehat tapi bagaimana mereka bersosialisasi," kata Susy di sela pembukaan lokasi pertamanya di kawasan Bekasi, Jumat (30/1/2026).
Asna Akademy berdiri di atas lahan 1.600 meter persegi, berada di dalam Mall Revo, Bekasi. Terdiri dari lima kelas, tiga lapangan, serta satu kolam renang berukuran 5x10 meter dengan tinggi 120 cm.
Adapun seluruh program disusun dalam kurikulum terstruktur yang dikembangkan oleh pelatih profesional, serta didukung oleh keahlian tingkat Olimpade, guna memastikan kualitas, keamanan, dan tahapan perkembangan sesuai usia.
"Kami juga membuat kurikulum yang enggak asal. Seperti bulutangkis, yang penting pukul. Itu enggak juga. Kami belajar dari negara-negara lain, seperti Jepang. Sebab, pembentukan anak-anak untuk ke depannya, yang penting satu badan sehat, karakter baik, dan motivasi. Ini semua yang kami terapkan di sini," tuturnya.
"Jadi kami dari basic banget, dari happy dulu, setelah hobi, kalau ada yang mau prestasi, kami siapkan juga. Makanya, kami berafiliasi dengan klub-klub untuk nantinya mendidik lebih lanjut. Seperti bulutangkis ada PB Djarum, kemudian renang juga dengan klub Felix dan Albert Susanto, panahan dengan klub legenda panahan Nurfitriyana (peraih medali Olimpiade 1988), bisboldengan negara Jepang,"tutur peraih medali emas Olimpiade 1992 ini.
"Nanti mungkin akan ada pertandingan tapi pasti yang usianya tidak terlalu dini. Yang punya bakat lah istilahnya," lanjutnya.
Tidak hanya menfasilitasi untuk anak-anak hidup sehat sejak dini, Susy Susanti juga berharap melalui akademi ini, ia dapat membuka lapangan pekerjaan khususnya untuk mantan atlet yang membutuhkan.
"Jadi para legenda olahraga nanti bisa sesekali datang ke akademi untuk menjadi mentor. Buat saya sendiri, saya senang, dan selalu melibatkan mantan atlet karena tidak semua hidupnya beruntung. Dengan kita membuka lapangan pekerjaan seperti ini, kita bisa melatih atau menjadi mentor," tuturnya.
Asna Academy berdiri di atas lahan seluar 1.600 meter di dalam sebuah mall Revo Bekasi. Terdiri dari lima ruang kelas, tiga lapangan, dan satu kolam renang dengan luas 5 x 10 meter dengan tinggal 120cm.
"Kami berharap Asna Academy ini bisa memperkenalkan lebih banyak lagi (olahraga) agar anak Indonesia bisa lebih senang olahraga. Lebih punya karakter karena ke depan mereka menjadi generasi selanjutnya, supaya punya basic yang kuat. Dengan olahraga mereka belajar bagaimana sportivitas, disiplin, semangat tidak hanya olahraga, tapi belajar, bekerja," harap Susy.
(mcy/aff)