Bisakah Indonesia Raih 3 Emas di Olimpiade 2028?

Bisakah Indonesia Raih 3 Emas di Olimpiade 2028?

Mohammad Resha Pratama - Sport
Rabu, 28 Jan 2026 23:47 WIB
Bisakah Indonesia Raih 3 Emas di Olimpiade 2028?
Rizki Juniansyah saat meraih medali emas Olimpiade 2024. (Rifkianto Nugroho/detikcom)
Semarang -

Indonesia sudah menyamai torehan rekor emas Olimpiade 2024. Bisakah Merah-Putih melewati batas itu di Los Angeles dua tahun lagi?

Indonesia membawa pulang dua emas dari Paris atas nama Veddriq Leonardo dari cabor panjat tebing dan Rizki Juniansyah dari cabor angkat besi. Ini menyamai catatan medali emas Barcelona 1992 atas nama Alan Budikusuma dan Susi Susanti.

Pencapaian apik Indonesia itu tidak lepas dari bantuan banyak pihak, baik di depan maupun belakang layar. Di era olahraga modern saat ini, bukan cuma pelatih yang berperan untuk kesuksesan atlet.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tapi, ada tim di belakang layar yang menyajikan data akurat soal perkembangan atlet dan lawan-lawannya. Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) melalui Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) berperan juga membuat Indonesia meraih dua emas.

Salah satu perumus DBON adalah Del Asri, seorang dosen di Universitas Negeri Jakarta (UNJ) yang bekerja dalam sebuah tim untuk melihat data-data perkembangan atlet Indonesia dan juga rival.

ADVERTISEMENT

DBON disebut jadi road map yang berbasis bukti, karena Del Asri memilih melihat jauh ke belakang untuk memetakan target bagi atlet-atlet Indonesia.

Kami sepakat untuk menelusuri data hingga ke pertama kali Indonesia mengikuti Olimpiade dan Asian Games. Dari jejak sejarah itu, kita bisa mengevaluasi prestasi secara objektif, lalu memprediksi sampai di mana posisi Indonesia pada kurun waktu tertentu," tutur Del Asri dalam rilis kepada detikSport.

"Setelah data kolektif terkumpul, kami meramunya dengan berbagai unsur pendukung prestasi lainnya, termasuk regulasi. Dari sana lahirlah cetak biru prestasi olahraga nasional yang kita kenal sebagai DBON 2021-2045," sambung De Asri.

Profesor Del AsriPerumus DBON Del Asri baru saja jadi Doktor Pendidikan Olahraga di UNS. (Foto: Istimewa)

DBON inilah yang membuat Del Asri kemudian menyandang gelar Doktor Pendidikan Olahraga dari Universitas Negeri Semarang. Pada 26 Januari, di Aula Gedung Dekanat Fakultas Ilmu Keolahragaan UNS, Del Asri berhasil mempertahankan disertasi berjudul Evaluasi Implementasi Desain Besar Olahraga Nasional Tahap I Periode Tahun 2021-2024.

Tema itu bukan kebetulan, ini adalah rangkuman dari lintasan panjang Del Asri antara kampus, arena pertandingan, dan ruang perumusan kebijakan.

"Dari sisi akademik pastinya ini adalah sebuah capaian, tetapi di saat yang sama ini juga sebuah tanggung jawab yang sangat besar. Bagaimana kemudian saya bisa memberikan kontribusi untuk bangsa dan negara," paparnya.

Sebelum menjadi perumus DBON, perjalanan Del Asri dimulai saat tahun 2000 menamatkan studi Statistika di FMIPA Universitas Padjadjaran. Pada tahun yang sama, ia diterima sebagai dosen di Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan Universitas Negeri Jakarta. Sejak itu, dua dunia berjalan beriringan: akademik dan praktik olahraga prestasi.

Pengalaman praktis pertamanya hadir di PON XVI 2004, saat ia dipercaya sebagai Kepala Seksi Pengolah Data Kontingen DKI Jakarta. Empat tahun berselang, ia menjadi Ketua Posko Utama Kontingen DKI Jakarta pada PON XVII 2008. Dari sana, lingkup kerjanya meluas ke berbagai ajang internasional, Asian Games 2010-2014-2018-2022, SEA Games 2015-2017-2019-2021-2023, Olimpiade, hingga Paralimpiade, dengan peran yang konsisten; analisis, evaluasi, dan pengambilan keputusan berbasis data.

Pengalaman itu membuat Del Asri menyimpulkan bahwa data bukanlah sekedar aksesoris dalam sebuah kebijakan.

"Salah satu kelemahan kita di olahraga adalah ketidakmampuan mengelola data secara maksimal. Data bukan sekadar angka, tapi landasan penting dalam pengambilan keputusan," kata Del Asri.

Meski sudah memberikan banyak hal di olahraga Indonesia, Del Asri belum puas karena dia menyimpan ambisi untuk membantu Indonesia memecahkan rekor medali emas di Olimpiade 2028 serta jadi juara umum SEA Games di luar kandang.

"Saya masih memiliki mimpi untuk membawa Indonesia mencatatkan sejarah. Dua di antaranya adalah mendulang lebih dari dua emas di Olimpiade, dan menjadi juara umum SEA Games tanpa status tuan rumah," tegas Del Asri.




(mrp/adp)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads