Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat Letjen TNI Purn Marciano Norman resmi menutup program Sport Diplomacy antara Indonesia dan Timor Leste. Kegiatan ini berlangsung pada 11-14 September 2026.
Program tersebut diinisiasi KONI Pusat melalui kerja sama dengan Confederacao Do Desporto De Timor Leste (CDTL). Di Indonesia, KONI Pusat menggandeng Universitas Pendidikan Mandalika (UNDIKMA) sebagai tuan rumah International Student Inbound Mobility Program (ISIMP), dengan peserta yang berasal dari Universidade Nacional Timor Lorosa'e (UNTL).
Marciano menilai olahraga dapat menjadi sarana untuk mempererat hubungan kedua negara sekaligus mendorong peningkatan prestasi atlet.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Alangkah indahnya, kita negara yang bertetangga membangun suatu kehidupan yang penuh keakraban, kita saling mengisi kekurangan dan mendukung pada hal positif," ujar Marciano, yang dikutip dari situs KONI.
Ia juga mengenang pengalamannya saat bertugas di Ainaro, Timor Leste, yang membuatnya memiliki kedekatan dengan masyarakat setempat.
"Hati saya ini bersama mereka. Saudara-saudara juga adalah saudara saya juga, saya ingin kita bangkit bersama. Saya ingin Timor Leste dihormati negara lain," katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Marciano juga menyerahkan secara simbolis perlengkapan Petanque kepada delegasi Timor Leste. UNDIKMA menyediakan bola, sementara KONI Pusat melengkapi peralatan berupa bola kecil, circle, dan tas, termasuk membantu pengirimannya ke Timor Leste.
Perlengkapan tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan untuk melanjutkan pengembangan olahraga Petanque di Timor Leste setelah para delegasi kembali ke negaranya.
"Selamat jalan, saudara-saudaraku, sampaikan salam untuk CDTL, UNTL dan masyarakat Timor Leste," tutup Marciano.










































