Matthaeus ke Tuchel: Kok Berani Ganti Declan Rice?

Randy Prasatya - detikSport
Jumat, 17 Jul 2026 09:30 WIB
Momen Declan Rice membayangi Lionel Messi. (Foto: FIFA via Getty Images/Hector Vivas - FIFA)
Jakarta - Legenda sepakbola Jerman, Lothar Matthaeus, ikut bersuara terkait gagalnya Inggris mengalahkan Argentina. Dia menilai pelatih Thomas Tuchel bikin kesalahan besar mengganti Declan Rice.

Inggris vs Argentina berlangsung di Mercedes-Benz Stadium, Atlanta, dalam semifinal Piala Dunia 2026, Kamis (16/7/2026) dini hari WIB. Sempat memimpin 1-0 sampai menit ke-84, Inggris akhirnya kalah 1-2.

Kegagalan ini tak lepas dari kegabahan pelatih Thomas Tuchel untuk tampil bertahan secara total. Juru taktik asal Jerman itu nekat bermain dengan formasi 5-4-1.

Matthaeus menyoroti kegilaan Tuchel dalam mengganti Rice di menit ke-82 untuk menambah pemain bertahan. Tuchel padahal sebelumnya sudah menarik gelandang Anthony Gordon di menit ke-72 untuk memainkan bek.

Meskipun menumpuk banyak bek, Inggris tidak dapat menutup sayap; Harry Kane cs hanya berkonsentrasi di tengah pertahanan. Messi, yang sebelumnya sebagian besar berada di tengah, bergeser sepenuhnya ke sayap kanan dan menciptakan dua assist dari sana. Inggris terlalu pasif dan tidak lagi mampu melancarkan serangan balasan.

"Inggris bermain bagus di turnamen ini, terutama meyakinkan dalam kemenangan melawan Kroasia, Meksiko, dan Norwegia. Mereka juga sedikit lebih baik melawan Argentina. Hingga akhirnya pelatih Tuchel melakukan kesalahan taktis," kata Matthaeus kepada Bild.

"Rice penting untuk struktur tim. Dengan menggantinya, Tuchel mengubah seluruh struktur permainan dan menunjukkan kepada Argentina bahwa Inggris hanya ingin bermain bertahan."

"Mengapa mengubah sesuatu yang sudah berhasil? Saya sangat menghormati Thomas Tuchel, tetapi dia mengambil risiko dan kalah! Dan bukan untuk pertama kalinya; dia pernah melakukan ini sebelumnya," tegasnya.

Matthaeus juga tak lupa membicarakan kegagalan Jerman di Piala Dunia 2026. Dia menilai pelatih Julian Nagelsmann salah besar memainkan Joshua Kimmich di posisi bek sayap, bukannya di gelandang.



Simak Video "Video Inggris vs Argentina: Duel Klasik Berebut Tiket Final Piala Dunia 2026"


(ran/rin)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork