Pergelangan tangan kanan Stoner bermasalah setelah mengalami kecelakaan di MotoGP San Marino. Cedera serupa sebenarnya juga sudah pernah didapatnya tahun 2003, dan pada akhirnya operasi jelas harus dilakukan.
Medio pertengahan September lalu, saat gelar juara masih belum pasti milik Rossi, Stoner dikabarkan bakal segera naik meja operasi terkait cederanya. Tapi bahkan setelah titel juara gagal dipertahankan, Stoner masih belum mau dioperasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Itu (tes Valencia) adalah satu-satunya alasan kami meneruskan musim ini. Kami perlu menguji motor itu lagi, karena akan ada periode tiga bulan di mana saya tak bisa melakukan pengujian, dan para teknisi akan membutuhkan informasi sebanyak mungkin," bilang Stoner kepada situs MotoGP yang dikutip Autosport.
"Jika saya akan berkendara usai balapan di Valencia, sekalian saja saya ikut serta dalam dua balapan terakhir. Kalau memang sudah tak mungkin berkendara maka kami akan berhenti dan segera naik meja operasi, tapi saat ini tampaknya kami bisa menuntaskan musim ini," lanjut dia.
Selain alasan tersebut, pembalap Australia itu juga punya alasan tambahan. Dia ingin menyemen posisinya di urutan dua klasemen akhir.
"Kami punya dua seri lagi dan keadaan harus berjalan dengan baik buat kami guna bisa memastikan tempat kedua di kejuaraan dunia. Saya sudah banyak berpikir dan mengukir posisi dua dalam kejuaraan ini akan jadi capaian yang bakal bikin Anda bangga saat pensiun dan melihat ke belakang. Kami berusaha melakukan yang terbaik untuk karir saya dan saya pikir kami bisa bertarung berebut gelar lagi tahun depan," demikian Stoner.
Di klasemen saat ini Stoner ada di tempat kedua dengan 245 poin, unggul 36 angka dari Dani Pedrosa yang ada di posisi ketiga dengan 209 angka.
(krs/key)











































