Yamaha: Regulasi Mesin Justru Pemborosan

Yamaha: Regulasi Mesin Justru Pemborosan

- Sport
Kamis, 26 Feb 2009 09:35 WIB
Yamaha: Regulasi Mesin Justru Pemborosan
Jakarta - Mulai tengah musim ini semua tim MotoGP harus memperpanjang usia mesin mereka. Meski hal tersebut ditujukan untuk penghematan, regulasi itu justru dikhawatirkan akan membuat biaya produksi membengkak.

Menambah panjang usia mesin menjadi salah satu aturan baru yang cukup krusial dalam rangka penghematan biaya produksi MotoGP. Jika sebelumnya tim boleh berganti mesin di setiap seri, maka mulai tahun ini mesin harus digunakan untuk beberapa balapan.

Berdasarkan aturan yang baru disepakati Dorna dan tim-tim MotoGP, selepas seri kedelapan di Brno Agustus mendatang, setiap tim hanya boleh menggunakan lima mesin untuk delapan seri tersisa di penghujung musim. Sementara untuk musim 2010 diharapkan satu mesin bisa bertahan minimal untuk tiga balapan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Regulasi yang semua dicanangkan demi memangkas biaya produksi tim tersebut kini dikhawatirkan malah menghasilkan efek yang berkebalikan. Soalnya tim yang berpatisipasi di MotoGP kini mau tak mau harus mengembangkan mesin baru yang akan bisa dipakai untuk beberapa race sekaligus, dan biaya pengembangan tersebut ternyata cukup mahal.

"Kini kami harus mendesain ulang mesin. Mesin yang digunakan saat ini memiliki daya tahan yang terbatas. Jika kami merencanakan menggunakan satu mesin untuk dua atau tiga balapan, maka itu tak bisa dilakukan dengan mesin yang sekarang ini," ungkap bos Yamaha, Masao Furusawa di MCN.

"Kami bisa menyetel beberapa batasan kemampuan putaran mesin tapi itu tak otomatis membuat mesin punya usia pakai yang lebih panjang. Mendesain ulang motor bisa berarti biaya yang lebih besar, tapi setelah menyelesaikan mesin anyar tersebut barulah biayanya akan terpangkas," sambung Furusawa.

"Untuk mengembangkan mesin baru dibutuhkan biaya, jadi bagian mana yang lebih murah?” pungkas dia. (din/a2s)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads