Temperatur di Sepang sewaktu-waktu dengan mudah bisa mencapai 40 derajat. Sirkuit tempat balapan GP Malaysia tersebut juga dikenal punya tingkat kelembapan tinggi.
Kondisi di lintasan itu jelas menuntut kesiapan ekstra para pembalap yang akan membalap akhir pekan nanti. Nah, siapkah Stoner menghadapi kondisi semacam itu? Terlebih tahun lalu di Malaysia Stoner hanya finis di posisi enam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Di masa lalu aku suka membalap di tempat panas, tapi tahun lalu di Malaysia aku membalap dengan cedera pada pergelangan tangan dan aku sudah mengalami masalah fisik yang diketahui semua orang sehingga aku kira itu adalah kombinasi faktor yang bikin aku belakangan kurang oke di balapan panas," kata Stoner.
"Tapi di Phillip Island keadaan sudah berjalan baik dilihat dari aspek fisik sehingga aku sudah merasa cukup nyaman. Itu pasti akan jadi balapan berat karena untuk bisa cepat dan konsisten dalam situasi tersebut selalu tidak mudah," lanjut dia di MCN.
Mengenai lintasan Sepang sendiri, Stoner mengaku sedikit jenuh dengan trek sepanjang 5,543 km tersebut. Namun, dia yakin kala balapan berlangsung kebosanan akan hilang.
"Untukku mungkin Anda bisa bilang kalau lintasannya sudah jadi sedikit membosankan, karena sudah melakukan banyak putaran di sini saat pengujian, tapi balapannya sendiri biasanya menyenangkan dan aku suka tempatnya."
"Rasanya sedikit seperti sedang liburan dan itu bikin Anda mendapat mood yang bagus," tuntasnya.
(krs/din)











































