Di MotoGP Malaysia, Minggu (25/10/2009), Rossi memang cuma finis di posisi ketiga di belakang Casey Stoner dan Dani Pedrosa. Tetapi hasil itu sudah cukup mengantar pembalap 30 tahun itu jadi juara dunia.
Dengan nilai 286, koleksi poin Rossi sudah tidak mungkin terkejar oleh Lorenzo yang baru mengumpulkan 245 angka dengan cuma satu seri tersisa di Valencia dua pekan mendatang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lorenzo yang berstatus rekan setim di Yamaha telah menjelma menjadi rival tersengit Rossi. Walau akhirnya berhasil menjinakkan Lorenzo, Rossi tetap salut pada pemuda Spanyol itu.
"Sepanjang musim, saya mendapatkan banyak rival, khususnya Jorge, rekan setim saya. Dia terus menempel saya. Kami bertarung ketat dan menjadi rival sengit, jadi selamat buatnya," kata Rossi di Autosport.
Lorenzo memang layak mendapat salut Rossi. Berbekal teknik prima dan nyali besar, pemuda 22 tahun itu sanggup menyaingi Rossi yang jauh lebih senior.
Hanya saja, kecerobohan masih mewarnai kiprah apik Lorenzo. Empat kali juara dunia 250 cc dua kali itu tak merampungkan lomba. Yang terakhir, ia keluar trek di Australia di lap pertama.
Bila kecerobohan dan emosi yang belum terkendali itu bisa diperbaiki, barangkali Lorenzo akan dapat lebih baik dalam menyaingi Rossi.
(arp/krs)











































