Pernyataan Maroko Setelah Dapat Gelar Piala Afrika

Pernyataan Maroko Setelah Dapat Gelar Piala Afrika

Afif Farhan - Sepakbola
Rabu, 18 Mar 2026 11:30 WIB
ABIDJAN, IVORY COAST - FEBRUARY 11: Players of Ivory Coast lift the trophy at the end of the 2023 CAF Africa Cup of Nations (AFCON) Final match between Nigeria and Ivory Coast at Alassane Ouattara Stadium in Abidjan, Ivory Coast on February 11, 2024.
Foto: Anadolu via Getty Images/Anadolu
Jakarta -

Gelar Piala Afrika 2025/26 milik Senegal dicopot dan diberikan ke Maroko. Berikut respons dari federasi sepakbola Maroko.

Konfederasi Sepakbola Afrika (CAF) menganulir hasil final Piala Afrika 2025/26. Dilansir dari ESPN, kemenangan Senegal atas Maroko di final 1-0 pada 18 Januari lalu dibatalkan!

Alhasil, Maroko menang dengan skor 3-0. Itu setelah para pemain Senegal meninggalkan lapangan di injury time babak kedua.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ketika itu, Maroko dapat hadiah penalti dalam situasi masih 0-0. Para pemain Senegal protes, pelatihnya sampai minta skuadnya untuk meninggalkan lapangan.

Setelah 17 menit, para pemain Senegal masuk lapangan lagi. Penalti Brahim Diaz, selanjutnya Senegal malah bisa bikin gol di babak perpanjangan waktu dan jadi kampiun.

ADVERTISEMENT

Pihak Maroko sempat melayangkan protes ke CAF. Mereka menilai Senegal 'berdampak pada alur laga dan performa para pemain'. CAF mengabulkan banding tersebut 57 hari setelah final usai.

CAF menyebut Senegal telah melanggar aturan Piala Afrika pasal 82, yakni "meninggalkan lapangan sebelum pertandingan berakhir tanpa izin dari wasit."

Federasi Sepakbola Maroko (FRMF) merilis pernyataan setelah gelar Piala Afrika Senegal dicopot. Mereka hanya mau menegakkan keadilan.

"Federasi ingin mengingatkan bahwa pendekatannya tidak pernah dimaksudkan untuk menantang kinerja olahraga tim-tim yang berpartisipasi dalam kompetisi ini, tetapi semata-mata untuk meminta penerapan peraturan kompetisi," tulis pernyataannya.

"Federasi menegaskan kembali komitmennya untuk menghormati peraturan, memastikan kejelasan dalam kerangka kompetitif, dan menjaga stabilitas dalam kompetisi Afrika," sambungnya.

Keputusan CAF sudah final. Senegal selanjutnya bisa ajukan banding ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) di Swiss.

(aff/nds)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads