Stoner cuma bisa duduk di posisi tiga klasemen akhir musim 2009. Perolehan poinnya yang berjumlah 220 tertinggal jauh dengan Valentino Rossi yang meraih gelar juara dunia dengan 306 poin.
Meski punya motor yang kompetitif, Stoner gagal bersaing dengan Rossi, dan juga Jorge Lorenzo, akibat sakit misterius yang menyerangnya di pertengahan musim. Akibat masalah tersebut dia malah sempat absen di tiga seri yakni di Republik Ceko, Indianapolis dan San Marino, yang membuat dia kemudian tertinggal jauh dari duo Yamaha.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Fakta itulah yang membuat dia kemudian punya target tinggi untuk kembali bersaing di papan atas untuk musim depan. Dengan kondisi fisik yang oke dan tunggangan yang mumpuni, mengulang sukses tahun 2007 jadi hal yang bukan tak mungkin diraih.
"Sekarang kami tahu kalau satu masalah sudah keluar. Saat saya mengalami masalah, motor saya (justru) sangat kuat dan saya juga punya banyak peluang. Tapi kondisi fisik saya menghalangi saya mengambil keuntungan dari kondisi ini," ungkap Stoner di MCN.
"Tapi tahun depan kami bisa berkonsentrasi pada hal-hal lain dan semoga bisa menjadi penantang lagi untuk kejuaraan," pungkas juara dunia 2007 itu.
(din/a2s)











































