YZR-M1 hanya meraih empat kemenangan di tahun 2007. Ketika itu Rossi mengakhiri musim di tempat ketiga dengan poin 241, atau yang terendah bila dibandingkan lima tahun sebelumnya.
Musim berikutnya, YZR-M1 meraih sebelas kemenangan dan membawa The Doctor meraih gelar juara dunia. Sedangkan tahun 2009, motor dengan tipe yang sama menghadirkan sepuluh kemenangan yang membuat Rossi sukses mempertahankan gelarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sungguh fantastis dan Yamaha sudah melakukan kerja yang luar biasa. Di tahun 2007 kami berhadapan dengan Ducati yang seperti layaknya nitro yang terbakar. Selain itu ban Bridgestone mereka sangat bagus dan Michelin tidak berkontribusi banyak. Jadi kami sungguh terpukul saat itu," ujar Burgess kepada MCN.
"Kami tak memakai Michelin di tahun 2008. Sejak itu motor kami bisa berkembang lebih baik lagi. Tahun lalu kami memiliki kecepatan yang sama dengan Ducati dan mendapatkan setting yang lebih bagus," lanjutnya.
Sejak tahun 2008, angka kemenangan yang diraih Rossi bersama YZR-M1-nya konsisten, yakniberkisar di angka sepuluh. Patut dinanti bagaimana "ledakan lanjutan" dari YZR-M1 di waktu-waktu berikutnya.
"Saya sangat senang dengan kondisi ini. Kini tugas chief mechanic adalah membuat motor menjadi nyaman untuk dipacu oleh siapa pun pembalap yang akan menaikinya. Menurut saya, YZR-M1 ini merupakan NSR generasi baru," pungkas Burgess.
(nar/krs)











































