Pada sebuah kesempatan beberapa waktu lalu, Rossi memberi ultimatum kepada Yamaha untuk memilih antara dirinya atau Lorenzo. Bila 'Garpu Tala' mempertahankan Lorenzo, Rossi 'mengancam' hijrah ke Ducati.
Pertanyaan-pertanyaan tersebut menjadi topik terhangat saat detiksport dan dua wartawan lain mewawancarai manajer baru Lorenzo, Wilco Zeelenberg, di sela-sela acara 'Bangga Indonesia Semakin di Depan' yang digelar Yamaha di Bandung, Sabtu (27/2/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tanya: Wilco, siapa yang akan diprioritaskan di Fiat Yamaha, Jorge Lorenzo atau Valentino Rossi?
Zeelenberg: Saat ini tidak ada pembalap yang kami prioritaskan secara khusus. Soal prioritas, kalau saya sendiri tentu memilih Lorenzo. Tapi Davide (Brivio, manajer Rossi--red) tentu memprioritaskan Rossi.
T: Tapi apakah itu tidak kontra produktif buat tim nantinya?
Z: Tidak. Kami tak khawatir soal itu. Tapi nanti kita akan lihat siapa yang lebih potensial untuk menjadi juara dunia.
T: Di tengah musim?
Z: Mungkin seperti itu. Mari kita lihat saja.
T: Valentino mengancam untuk hengkang dari Yamaha bila mempertahankan Lorenzo. Komentar Anda?
Z: Saya tidak bisa bersikap sekarang. KamiΒ tentu saja berharap dapat mempertahankan keduanya. (Zeelenberg tersenyum penuh arti)
T: Bagaimana dengan aturan diperbolehkannya motor 1000cc? Siapa pembalap Yamaha yang lebih cocok memakainya?
Z: Rossi punya pengalaman. Tapi (mesin) 1000cc kan baru diterapkan tahun 2012. Kami belum memutuskan akan memakai motor apa. Masih ada waktu untuk menimbang.
Ada banyak faktor yang harus kami pikirkan. Salah satunya soal ban. Kalau Bridgestone bisa menyediakan ban yang bagus buat 1000cc, kita akan pakai motor 1000cc, tapi kalau dia bisa menyediakan ban bagus buat mesin 800cc, maka kami mungkin pakai 800cc.
Sampai sekarang, pilihannya masih terbuka.
T: Bagaimana pendapat Anda soal Casey Stoner dan Dani Pedrosa?
Z: Keduanya pembalap yang bagus. Tapi kami punya motor yang lebih bagus dan dua pembalap terbaik.
T: Terima kasih, Wilco. Selamat menikmati waktu di Indonesia.
Z: Terima kasih kembali.
(arp/key)











































