'Bersama Honda, Stoner Juara'

'Bersama Honda, Stoner Juara'

- Sport
Kamis, 22 Jul 2010 11:12 WIB
Bersama Honda, Stoner Juara
Sydney - Casey Stoner memang baru musim depan bergabung dengan Honda. Namun pandangan soal pembalap Australia itu bakal menjadi juara bersama Honda sudah mulai mengemuka.

Kepastian Stoner untuk hijrah ke Honda datang pada awal bulan ini. Bersama pabrikan Jepang itu, rider berusia 24 tahun tersebut dinilai bakal meraih sukses lebih besar.

"Semua menantikan aksi Casey bersama Honda serta bagaimana dia unjuk kemampuan bersama tim barunya. Menurut saya Ducati dan Honda sama-sama kompetitif. Casey memiliki talenta dan dia akan sangat cepat di atas Honda. Musim depan akan menarik," ujar rider Yamaha Jorge Lorenzo seperti dikutip dari Motorcyclenews.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Perasaan optimistis diungkapkan oleh mantan pembalap kelas 500cc asal Australia Mike Doohan. "Casey bisa menjadi juara bersama Honda, tidak diragukan lagi. Casey pernah menjadi juara dunia dan dia memenangi sejumlah seri balapan. Kru yang dimiliki Honda cukup baik, dan saya pikir bila Casey bekerjasama dengan mereka, Casey akan melakukan tugasnya dengan sangat baik," ujar dia seperti diberitakan Sydeny Morning Herald.

Doohan berharap Stoner bias menjadi penerusnya sebagai pembalap asal Australia yang merajai kompetisi balap motor kelas premier. Pria kelahiran 4 Juni 1965 itu lima kali berturut-turut juara kelas 500cc antara tahun 1994 hingga 1998.Β  Seluruh gelar juara didapatkan oleh eks rider bernama lengkap Michael Sydney Doohan itu didapat ketika dia memperkuat Honda.

Untuk musim depan, Honda berencana untuk mempertahankan pembalap yang ada saat ini yakni Dani Pedrosa dan Andrea Dovizioso. Bila rencana itu terealisasi, apakah ini akan mengganjal Stoner mengingat potensi rivalitas internal yang mungkin muncul?

Doohan menganggap itu bukan masalah. "Saya pikir siapa pun (pembalap) tidak terlalu peduli siapa rekan satu timnya. Pada kenyataannya Anda membalap untuk diri sendiri. Beberapa tahun lalu Valentino (Rossi) juga membalap secara independen, padahal saat itu ada dua tim Repsol Honda," tandasnya.

"Ini bukan olahraga tim. Jadi saya pikir ada dua hingga tiga rider dalam tim bukan sebuah faktor yang harus menimbulkan kekhawatiran," tutup dia.

(nar/mrp)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads