Full Service dari Yamaha untuk 'Tim' Indonesia

Catatan dari Jerez

Full Service dari Yamaha untuk 'Tim' Indonesia

- Sport
Kamis, 07 Apr 2011 21:29 WIB
Full Service dari Yamaha untuk Tim Indonesia
Jakarta - Full service diberikan pabrikan Yamaha pada rombongan wartawan Indonesia saat berlangsungnya MotoGP Spanyol di sirkuit Jerez akhir pekan kemarin. Keempat pembalap mereka menyambut kami dengan penuh keakraban.

"Selamat datang. Senang bertemu kalian semua di sini. Kami menghargai anda yang datang jauh-jauh dari Indonesia," demikian sambutan pertama sekaligus perkenalan dari William Favero, Manager Communicating Yamaha Factory Team, begitu kami tiba di sirkuit sekitar pukul 9, saat gerimis menambah dingin udara pagi itu.

Kami kemudian dipersilakan masuk ke "bengkel" Yamaha, tempat segala kegiatan balapan dipersiapkan dan dikendalikan. Kami diberi penjelasan tentang apa-apa yang dikerjakan tim di tempat itu. Dan seperti yang biasa ditonton lewat siaran televisi, begitulah aktivitas tim paddock. Mereka mengecek data-data di komputer, menyiapkan ban yang akan digunakan, sampai mengawasi jalannya lomba dari layar televisi. Saat itu kelas MotoGP sedang dalam sesi warming up.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kemudian kami dibawa ke areal hospitality seluruh tim partisipan. Booth Yamaha sangat mencolok dengan warna biru, seperti Ducati yang merah dan Repsol Honda nan oranye. Gambar besar Jorge Lorenzo dan Ben Spies menghiasi bagian depan markas, seakan-akan memberi ucapan "selamat datang" di Yamaha pada pengujung.

Kami diperkenalkan dengan Marco Benaglio, manajer hospitality tim di setiap balapan. Pria Italia itu sudah enam tahun bekerja di tim Yamaha, yang tugas utamanya adalah menyiapkan segala kebutuhan tim di luar urusan balapan, termasuk menjamu para undangan tim, seperti halnya kami yang diundang oleh PT. Yamaha Motor Kencana Indonesia.

"Saya harus membuat suasana di sini rileks untuk para pembalap kami, mengurusi menu makanan mereka, mengatur jadwal makan mereka, dan lain-lain," ungkap Benaglio.

Ia menerangkan pula bahwa menu pembalap selama tiga hari tidaklah banyak berbeda. Ia mengatakan, Lorenzo menyuai pasta plus ayam dan sayur-sayuran. Adapun menu kesukaan Spies adalah pasta mozarella dan sayuran. "Mereka biasanya makan dua jam sebelum balapan."

Tentang asupan ini Benaglio yang berasal dari kota Bergamo ini mengatakan, pembalap tidak boleh mengonsumi minuman beralkohol secara berlebihan. Para pembalap umumnya sudah tahu apa yang tidak boleh mereka konsumsi mendekati balapan.

"Kopi dan alkohol tidak mereka minum sebelum beraksi. Valentino Rossi (eks pembalap Yamaha yang musim ini hijrah ke Ducati) suka ngopi setelah makan. Tapi itu lebih karena kebiasaan orang-orang Italia," tutur Benaglio.

Booth hospitality Yamaha terdiri dari dua meja besar untuk menaruh makanan, sejumlah kursi untuk tim maupun tamu, dapur, mini bar, dan dua ruang kerja teknisi utama. Selama berada di tempat ini, kami tidak henti-hentinya ditawari makanan atau minuman.

"Anda harus coba (kopi) espresso khas Italia ini," ujar seorang petugas. Detiksport bertanya, "berapa kali kamu minum espresso dalam sehari?" Si petugas menjawab, "Lima kali sehari, hahaha..."

Beberapa saat kemudian kami diberitahu bahwa Lorenzo sedang menuju ke hospitali tim untuk menemui kami. Dan saat datang, dengan gaya santai ia menyambut kami dengan ramah. "Halo Indonesia, apa kabar?" Begitu dia menyapa, sudah hafal dengan kalimat bahasa Indonesia itu.

Lorenzo lalu meladeni wawancara selama sekitar 15 menit. Ia mengaku sangat menyukai Indonesia, yang pengalaman itu didapatnya selama lima kali bertandang tanah air.Β  Ia juga selalu antusias menjawab pertanyaan soal slogan Semakin di Depan yang sejak musim lalu menempel di motor dan perlengkapan membalap Yamaha.

"Menurut saya, ini slogan yang fantastis. Dalam beberapa tahun terakhir Yamaha sudah membuktikan masuk daftar tim-tim top MotoGP dan sekarang saatnya bekerja lebih keras lagi untuk mempertahankan posisi istimewa kami," ujarnya.

Setelah wawancara selesai, kami pun berfoto bersama sang juara dunia 2010 itu.

Giliran berikutnya adalah Ben Spies. Pembalap Amerika ini tampak lebih cool pembawaannya dibanding Lorenzo, tapi tetap melayani wawancara kami dengan profesional. Sebelumnya kami juga berbincang panjang lebar dari ibunda sekaligus manajer Ben, Mary Spies, juga di tempat itu.

Setelah dua pembalap utama Yamaha itu selesai, kami mendapatkan informasi bahwa Colin Edwards punya waktu untuk ditemui sebentar. Kami pun bergegas ke booth tim Monster Tech3 Yamaha. Begitu melihat kami masuk, dan diperkenalkan oleh William, Edwards yang sedang makan langsung berdiri.

Ia menyapa kami, bertukar salam seadanya, dan meladeni permintaan foto bersama. Kami tak sempat mewawancara karena waktunya tidak memungkinkan. Tapi kami mendapatkan kesan bahwa pembalap tertua di MotoGP 2011 itu adalah sosok yang doyan senyum, ramah dan asyik.

Setelah Edwards, rekan setimnya Cal Crutchlow mampir ke booth Yamaha. Gayanya pun ternyata juga sangat santai dan friendly. Setiap menjawab pertanyaan kami, gerak-gerik dan tatapan matanya menyorotkan perhatian yang tinggi -- dan enerjik. Hari itu Crutchlow tampil bagus dengan finish di tempat kedelapan, dari naik 11 di seri pertama di Qatar.

Setelah balapan, hanya Spies yang sempat datang lagi ke hospitality. Walaupun terlihat lebih "pendiam", ia tetap meladeni wawancara dengan profesional, mengomentari lomba dan kekecewaannya yang terjungkap dari motornya di lap-lap terakhir, ketika ia berpeluang besar naik podium.

Setelah semua rangkaian kunjungan sekaligus peliputan kami itu rampung, di hari kemenangan Yamaha lantaran Lorenzo tampil sebagai juara, kami pun berpamitan. Hampir semua kru hospitality menyalami kami, bertukar senyum dan kata-kata perpisahan, seakan-akan kami semua adalah teman-teman yang lama tak bersua.

"Terus terang, penerimaan mereka sangat luar biasa. Ini spesial untuk Yamaha Indonesia dan rekan-rekan wartawan. Ini yang terbaik. Mudah-mudahan ke depannya Indonesia terus menjadi bagian penting buat Yamaha, khususnya di dunia balapan motor," ujar General Manager Sales Promotion and Motorsport PT. YMKI, Paulus S. Firmani, yang memimpin rombongan kami.

Selamat untuk Yamaha.




(a2s/din)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads