Pesta Yamaha di Tanah Lorenzo

Catatan dari Jerez

Pesta Yamaha di Tanah Lorenzo

- Sport
Rabu, 06 Apr 2011 23:33 WIB
Pesta Yamaha di Tanah Lorenzo
Jakarta - Tahun ini adalah setengah abad Yamaha berkiprah di kancah Grand Prix motor. Pesta pertama berhasil mereka gelar di negeri pembalap juara dunia, Jorge Lorenzo, di sirkuit Jerez, Spanyol, akhir pekan lalu.

Yamaha yang tampil dominan di musim lalu, dengan duet Valentino Rossi dan Lorenzo, menghadapi potensi dominasi Honda di musim ini, ketika (terutama) Casey Stoner dan Dani Pedrosa, tampil sangat impresif di sesi-sesi ujicoba pra musim.

Potensi dan prediksi itu terbukti di seri pembuka 2011 tatkala Stoner menjadi pemenang di Losail -- dan Pedrosa di posisi ketiga. Lorenzo, walaupun runner up, langsung disimpulkan harus bekerja keras untuk mempertahankan titel yang ia raih di tahun lalu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Seri kedua pun dihelat di Eropa, langsung ke Spanyol, tempat Lorenzo dan Pedrosa punya banyak penggemar. PT Yamaha Kencana Motor Indonesia membawa wartawan dari beberapa media di Indonesia, termasuk detiksport, untuk melihat langsung dari dekat, seperti apa hingar-bingar MotoGP di salah satu sirkuit tersulit di dunia itu.

"Saya mengawali karir saya di sirkuit ini. Buat saya Jerez sirkuit terbaik di dunia, spesial. Balapan tanpa Jerez ibarat tenis tanpa Wimbledon, F1 tanpa Monaco dan NBA tanpa Madison Square Garden,"tutur Lorenzo kepada kami di hospitality Yamaha Factory Racing, beberapa jam sebelum balapan.

Pria 23 tahun itu mengaku, motor Honda sangat kencang di musim ini. Dan ia mengakui Yamaha harus bekerja keras untuk melakukan yang terbaik untuk mempertahankan performa ciamik mereka di musim lalu. Meski begitu ia mengatakan, M1 pun sudah sangat baik dan kompetitif, dan tidak ada alasan bagi mereka untuk takut dengan Honda.

"Tenaganya lebih kuat, daya cengkram ban juga lebih kuat. Saya pikir secara umum motor kali ini lebih mudah dikendarai sehingga bisa melaju lebih kencang," tukasnya.

Di sesi latihan, Stoner dan Honda masih tampak akan menguasai MotoGP Spanyol. Rider Australia itu pun berhasil meraih pole position, Pedrosa kedua, sedangkan Lorenzo di ketiga. Boleh jadi banyak orang memperkirakan Stoner akan jadi juara.

Di beberapa lap saat lomba, Stoner masih berada di depan sebelum ia terlibat insiden dengan Valentino Rossi. Di paddock tim, kru Yamaha terlihat girang menyaksikan kedua rival Lorenzo itu terjatuh. Belakangan, ketua tim Lin Jarvis mengatakan, Honda memang kencang, tapi bobotnya dinilai bisa mengundang masalah dengan tubuh kecil pada pembalap, dan salah satu risikonya adalah jika balapan berlangsung di trek licin, sebagaimana hujan mewarnai sepanjang event di Jerez hari Minggu itu.

Dan Lorenzo memanfaatkan betul kesempatan itu untuk menyodok ke posisi terdepan. Rekan setimnya, Ben Spies, juga tak kalah garang. Rider Amerika yang musim lalu masih menjadi rookie itu sempat berada di barisan depan dan berpeluang naik podium.

Sial buat Spies, menjelang lap-lap terakhir ia malah terjatuh. Kubu Yamaha tampak kaget dan kecewa dengan masalah yang ditemui pembalap keduanya itu. Tapi mereka masih punya Lorenzo yang aman-aman saja dari kejaran Pedrosa, sampai akhirnya melewati checquered flag, dan menjadi juara.

Walaupun Spies out, dan juga Colin Edwards dari tim satelit Monster Tech3 Yamaha, tapi mereka tetap menggelar pesta berkat kemenangan Lorenzo, plus rookie dari ajang Superbike musim lalu, Cal Crutchlow, yang berhasil finish di tempat kedelapan.

Suka cita, derai tawa pun menghiasi segenap kru Yamaha, dari tim paddock sampai hospitality. Pada konteks persaingannya melawan Honda, Yamaha berhasil mencetak "gol balasan" di Jerez, dan pencetak gol itu adalah sang juara bertahan, Lorenzo.

"Saya selalu bekerja keras untuk diri sendiri dan juga untuk tim supaya selalu ada di posisi puncak. Bagi saya, semua pembalap memulai kejuaraan dengan poin nol. Mental sangatlah penting supaya kita tidak dihambat oleh tekanan-tekanan," demikian pesan Lorenzo.

"Luar biasa. Seru banget. Pokoknya keren deh. Ini membuktikan bahwa tahun ini Yamaha tetap kompetitif, walaupun banyak orang bilang Honda kali ini akan mendominasi," timpal Paulus S. Firmani, general manager sales promotion and motorsport PT. YMKI, yang menjadi tamu spesial Yamaha Racing Team di Jerez, mewakili Yamaha Indonesia yang masih menempati urutan pertama rekor penjualan sepeda motor di dunia.

Seakan membagi pesta kemenangan dirinya dan Yamaha, Lorenzo pun memberi apresiasi kepada penggemarnya di Indonesia. Baik sebelum dan sesudah balapan, ia tampak antusiasi bertemu kami dan selalu menanyakan sesuatu dengan bahasa Indonesia, "Apa kabar?"

"Saya sangat menyukai Indonesia. Kecintaan orang-orang di sana pada MotoGP luar biasa. Saya sudah lima kali datang ke Indonesia dan ingin kembali secepatnya," tutur dia, seraya berharap suatu saat Indonesia bisa pula menghajat MotoGP.

Lorenzo juga selalu senang menjawab pertanyaan menyangkut slogan Semakin di Depan, yang sejak musim lalu menempel di badan motor dan jersey membalapnya,

"Menurut saya, ini slogan yang fantastis. Dalam beberapa tahun terakhir Yamaha sudah membuktikan masuk daftar tim-tim top MotoGP dan sekarang saatnya bekerja lebih keras lagi untuk mempertahankan posisi istimewa kami," simpul Lorenzo.




(a2s/din)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads