Stoner menjadi pembalap yang memiliki opini terkeras perihal pergelaran MotoGP Jepang. Seperti diketahui, Jepang masih dihantui radiasi nuklir usai kebocoran di reaktor Fukushima usai bencana gempa dan tsunami Maret lalu.
Akibat bencana itu pula, seri MotoGP Jepang yang sedianya digelar pada 24 April kemudian diundur ke 2 Oktober. Persoalan tidak selesai karena sejumlah pembalap menyuarakan keengganan membalap di Jepang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya tidak akan pergi (ke Jepang)," seru Stoner seperti yang dikutip Autosport.
"Saya meyakini pendapat ini sudah sejak lama, saya sudah memikirkan ini sementara waktu dan saya tidak akan pergi ke sana," cetus pembalap yang tengah memimpin klasemen pembalap itu.
Selain Stoner, pembalap lain seperti Valentino Rossi dan Jorge Lorenzo juga mengaku akan mempertimbangkan apakah mereka akan pergi atau tidak. Namun sikap mereka tidak sekaku sikap Stoner.
"Saya yakin mayoritas pembalap punya opini yang sama. Itulah keputusan saya dan saya kira semuanya terserah kepada penyelenggara untuk memikirkan apa yang akan terjadi," tutup Stoner.
(arp/krs)











































