Hal itu dikatakan Direktur Komunikasi dan Marketing Honda Racing Corporation (HRC), Livio Suppo, saat bertemu dengan detiksport dan beberapa wartawan Indonesia di gelaran MotoGP Qatar akhir pekan lalu.
Menjawab pertanyaan, seberapa penting seorang rider memiliki jiwa entertaining, misalnya seperti Valentino Rossi, ia lebih mengutamakan performa di atas motor.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Karena saat ini Valentino tidak cukup cepat. Jika tidak cepat, maaf, tidak ada orang yang tertarik. Prioritas di sini adalah untuk menang, suka atau tidak. Dan jika Anda menang, dan Anda juga bisa berkomunikasi dengan baik serta menghibur, maka pebalap itu memiliki kombinasi yang tepat,"paparnya.
Ia lalu menyebut Stoner sebagai salah satu punggawa Repsol Honda, yang musim lalu menjadi juara dunia.
"Casey mungkin bukan PR (public relation) yang bagus. Tapi dia sangat cepat di atas motornya. Saat ini, jika memilih Valentino Rossi atau Casey Stoner, maka kami pilih Casey," cetus Livio.
Di seri pertama musim ini di Losail, Stoner finis nomor tiga setelah Jorge Lorenzo (Yamaha) dan Dani Pedrosa (Honda). Rossi, yang menemui kesulitan besar sejak membela Ducati di musim lalu, hanya menduduki posisi kesepuluh.
(a2s/mfi)











































