Sejak membela Ducati pada musim 2011, Rossi tak kunjung bersinar. Di musim debutnya, pebalap asal Italia itu cuma sekali naik podium dan tak sekali pun memenangi balapan.
Pada musim ini, peruntungan Rossi mungkin juga belum berubah. Di seri perdana di Qatar, The Doctor cuma finis di posisi kesepuluh, kalah dari rekan setimnya, Nicky Hayden, yang finis keenam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kalau memang motor Desmosedici bermasalah, kenapa Stoner tak banyak mengeluhkannya saat masih membela Ducati pada periode 2007-2010? Bahkan, pebalap Australia itu mampu memenangi 23 seri dan sekali jadi juara dunia.
"Dia (Stoner) punya gaya membalap yang sangat aneh dan dia juga masih muda pada tahun 2007, jadi lebih mudah baginya untuk beradaptasi dengan Ducati," komentar Rossi di Autosport.
"Dia berkembang bersama Ducati, jadi dia harus berterima kasih kepada Ducati. Kalau dia bisa membalap seperti sekarang itu karena dia berkembang dengan motor ini, di mana kalau Anda tak mengendarainya dengan cara khusus Anda akan kacau," ujar rider 33 tahun ini.
(mfi/krs)











































