Raymond Indra/Nikolaus Joaquin telah merampungkan tiga turnamen di Eropa dengan hasil terbaik semifinal All England. Mereka juga membawa sejumlah catatan untuk diperbaiki setibanya di Tanah Air.
Raymond/Joaquin merupakan pasangan ganda putra muda Indonesia yang tengah naik daun. Performa mereka yang terus progres sejak awal tahun, membuat keduanya digadang-gadang menjadi andalan ganda putra masa depan.
Kiprah mereka juga terus diuji termasuk di tiga turnamen Eropa; All England, Swiss Open, dan Orleans Masters yang bergulir sepanjang 3 hingga 22 Maret.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hasilnya, mereka keluar sebagai semifinalis di turnamen Super 1000 All England, babak pertama Super 300 Swiss Open, dan perempatfinal di Orleans.
Raymond/Joaquin mengatakan masih perlu banyak belajar terutama di ajang Eropa, dengan kondisi shuttlecock yang berbeda.
Diketahui, kateristik kok di All England cenderung lebih berat dan lambat, sedangkan di Swiss Open cenderung cepat dan kencang. Begitu pun di Orleans yang paju shuttlecocknya lebih kencang dari dua turnamen sebelumnya.
"Kami belum bisa cepat menyesuaikan terutama di sini dengan kondisi shuttlecock yang benar-benar berbeda dengan saat All England dan Swiss Open," kata Raymond dalam keterangannya, dikutip Sabtu (21/3).
"Ketika ikut tiga turnamen begini, kami juga harus cepat beradaptasi dengan perubahan situasi lapangan," lanjutnya.
Sementara Joaquin menyoroti aspek mental di lapangan. Turnamen yang berlangsung secara beruntun dalam tiga pekan menjadi tantangan mereka untuk lebih mengontrol emosi ke depannya.
"Tidak mudah menjalani tur Eropa yang tiga turnamen ini terutama dari segi menjaga fokus pikirannya. Ini harus dikuatkan lagi," kata Joaquin.
(mcy/cas)











































