Setelah berjaya di seri pembuka di Qatar, Lorenzo kewalahan bersaing dengan Dani Pedrosa dan Marc Marquez. Sang juara bertahan harus rela diasapi kedua rivalnya itu di Austin dan Spanyol dengan naik podium ketiga beruntun.
Lorenzo punya rekor bagus di Le Mans. Dalam lima kali balapannya di kelas MotoGP, pebalap berusia 26 tahun itu sukses memenangi tiga di antaranya dengan dua kali jadi runner-up.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Aku selalu memiliki balapan yang sangat bagus di Le Mans dan membawakanku kenangan bagus. Fakta di tahun lalu, aku sukses juara dalam balapan basah dengan jarak cukup jauh dari pebalap-pebalap lainnya. Aku melalui balapan sempurna, tanpa membuat satu kesalahan pun dalam kondisi trek yang buruk."
Setelah balapan di Jerez, Lorenzo menjalani ujicoba di sirkuit yang sama dan menempati urutan ketiga di bawah Marc Marquez dan Cal Crutchlow serta di atas Dani Pedrosa. Momen itu dimanfaatkan Yamaha untuk mencari penyebab ketinggalannya dengan Honda Repsol.
"Mungkin kami mengharapkan hasil lebih baik (di Jerez) tapi kami sudah cukup kesulitan daripada yang kami duga karena tingginya temperatur di lintasan," lanjut Lorenzo.
"Untugnya kami sudah banyak berbenah di hari ujicoba setelahnya guna mengatasi sejumlah masalah kecil. Sesi itu membantu kami memahami masalah utama yang terjadi pada (balapan) hari Minggu."
(rin/a2s)











































