Gagal menyelesaikan lomba pada balapan di Australia akhir pekan lalu menjadi catatan tersendiri bagi Marc Marquez dan Dani Pedrosa. Mereka berjanji fokus di dua seri terakhir.
Di Philip Island, Marquez terjatuh sendiri saat memimpin lomba, bahkan unggul sampai 4 detik di depan Valentino Rossi. Adapun Pedrosa, dia juga crash karena terhantam motor Andrea Iannone yang terjatuh di belakangnya.
Marquez memang sudah mengunci titel juara, tapi ambisinya menyamai bahkan melampaui rekor Mike Doohan, yaitu menang 12 seri dalam satu musim, menjadi tertunda. Sedangkan Pedrosa, ia kehilangan banyak poin dalam perebutan posisi runner-up dengan Rossi dan Jorge Lorenzo.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tentang insiden yang dialaminya, Marquez mengaku terlalu banyak melakukan eksperimen hingga akhirnya hal terduga datang.
"Saya melakukan banyak eksperimen di Philip Island. Apa yang terjadi pada saat itu memang tidak terduga karena awalnya justru sudah bagus," cetusnya.
"Tapi balapan kemarin memang aneh. Ada beberapa faktor namun saya menilai banyak yang jatuh itu karena ada masalah dengan ban depannya. βMakanya ketika mau menikung tiba-tiba ban terkunci dan tergelincir.β
Kompetisi masih menyisakan dua seri, yaitu di Sepang (Malaysia) akhir pekan ini, dan Valencia (Spanyol) dua minggu setelah.
"Saya akan fokus di dua seri terakhir dan akan mencoba menampilkan balapan sebaik mungkin," tukas Pedrosa.
"Target utama saya tetap menang untuk menjadi juara dunia konstruktor buat tim Repsol Honda di sisa seri terakhir ini. Karena juara dunia 'kan sudah pernah kemarin, jadi sekarang fokus ke tim," timpal Marquez.
(es/a2s)











































