Pada musim 2013, bersama Monster Yamaha Tech 3, Crutchlow rutin menjadi penantang podium di setiap balapan. Di akhir musim rider Inggris 29 tahun itu finis di posisi lima klasemen akhir MotoGP, di antaranya dengan raihan empat podium.
Performa Crutchlow tersebut bukan cuma menjadi hasil terbaiknya di kelas primer balap motor grand prix tetapi juga membuatnya menjadi pebalap Inggris Raya tersukses di kelas primer semenjak Barry Sheene.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Aku merasa cukup cepat untuk bisa kompetitif berada di depan lagi. Aku tidak bilang akan memenangi setiap balapan atau berada di podium pada seluruh balapan, tapi aku percaya bisa menjadi penantang dan setidaknya kembali seperti 2013. Hal minimal yang harus aku lakukan adalah seperti 2013," tegasnya kepada MCN.
"Bagus bisa membangun kepercayaan diri di dalam beberapa balapan terakhir tahun lalu dan membawanya ke 2015. Penting buat semua orang melihat aku masih punya kecepatan. Aku tahu aku masih memilikinya tapi ada orang-orang yang berpikir Anda bangun di suatu pagi dan tak lagi bisa membalap seperti dulu. Tidak seperti itu.
"Dan bahkan saat aku tahu akan meninggalkan Ducati di pertengahan musim, aku tidak lantas cuma sekadar tampil begitu saja. Aku tetap berusaha 100%, tapi saat itu aku sudah tak memiliki rasa yang aku mau. Aku kesulitan dengan kepercayaan diri dan kesulitan memahami, tapi aku sudah memperlihatkan kemampuan di Phillip Island.
"(Musim 2015) Akan menjadi masa pembelajaran lagi tapi semoga bisa lebih cepat dibandingkan musim lalu! Aku tak pernah meragukan kalau aku punya kecepatan. Anda takkan kehilangan itu cuma dalam semalam, tapi ini cuma masalah kapan aku akan bisa meraihnya lagi," serunya.
(krs/rin)











































