Dovizioso sejatinya melaju cukup baik di Mugello. Dia sempat terlibat pertarungan ketat dengan rekan setimnya, Andrea Iannone, dan pebalap Honda Marc Marquez untuk memperebutkan posisi dua.
Sampai kemudian masalah menghampiri motornya. Gir motornya patah sehingga tak bisa melanjutkan balapan. Untuk kali pertama di musim ini, Dovizioso tak menuntaskan lomba.
Hasil itu amat mengecewakan pebalap 29 tahun ini. Apalagi dia tengah bersaing di papan atas klasemen pebalap. Dengan hasil itu, perolehan poinnya berhenti di angka 83. Dia berada di belakang duo Yamaha, Valentino Rossi (118) dan Jorge Lorenzo (112).
Di GP Catalunya akhir pekan ini, dia ingin menegaskan bahwa laju motornya kompetitif dengan para rival seperti yang sempat terlihat di Mugello. Apalagi trek Catalunya diakui sebagai salah satu favoritnya.
"Di Montmelo kami ingin mengonfirmasi laju yang kami punya di Mugello. Dan saya rasa Desmosedici GP15 juga bisa kompetitif di Barcelona. Semua kekecewaan atas apa yang terjadi di Mugello sudah dialihkan menjadi tekad dan keinginan untuk mendapatkan hasil bagus di Barcelona," ujar Dovizioso dikutip Crash.
"Saya benar-benar menyukai sirkuit ini, salah satu yang terbaik di kalender balapan dan saya tidak sabar untuk menebus balapan terakhir. Di Mugello kami kehilangan banyak poin di kejuaraan, tapi kami harus berpikir positif dan saya yakin di Barcelona kami bisa bertarung untuk podium lagi," tambahnya.
(raw/din)











































